Ya Allah Yang Maha Pengampun,
Ampunilah segala kesalahan dan kekurangan kami
Dalam menjalankan amanah pendidikan selama ini.
Bimbinglah kami untuk terus memperbaiki diri
Dan memberikan yang terbaik bagi masa depan bangsa.
Robbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina 'adzabannar.
Amin Ya Robbal 'Alamin.
Berikut ini kata sambutan pemimpin upacara yang bisa dibacakan saat upacara bendera Hardiknas 2025:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah,
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan,
Yang saya banggakan seluruh siswa dan siswi yang berbahagia,
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini, tanggal 2 Mei 2025, kita dapat berkumpul di sini untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dalam keadaan sehat wal'afiat.
Hadirin yang berbahagia,
Baca Juga: Teks Bacaan Doa Hardiknas 2025, Cocok untuk Upacara Bendera di Sekolah
Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum penting untuk mengenang jasa besar Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional kita. Beliau telah mewariskan filosofi pendidikan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia, yaitu "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani" — Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.
Tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 adalah "Memperkuat Pendidikan Karakter dan Inovasi di Era Digital". Tema ini sangat relevan dengan situasi pendidikan saat ini, di mana kita dihadapkan pada tantangan dan peluang di era digital yang berkembang sangat pesat.
Anak-anakku yang saya banggakan,
Kita hidup di era dimana perubahan terjadi dengan sangat cepat. Teknologi digital telah mengubah cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi. Sebagai pelajar di abad 21, kalian tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
Pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik yang tinggi, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang utuh, yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Pendidikan karakter menjadi pondasi yang sangat penting di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh global yang bisa positif maupun negatif.
Bapak dan Ibu guru yang saya hormati,
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan