Suara.com - Kinerja Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud ternyata diam-diam ikut disorot oleh anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Pasalnya, Gubernur Rudi Mas'ud disebut-sebut sangat memproritaskan masalah pendidikan di Kalimantan Timur.
Berkat perhatiannya terhadap masalah pendidikan, Habib Aboe mengaku salut dengan dengan kinerja Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Habib Aboe menyoroti soal Program Gratispoll dalam 100 hari kerja sang Gubernur.
Menurutnya, program tersebut tepat sasaran karena langsung dapat menyentuh masalah pendidikan di masyarakat.
"Seorang Gubernur yang punya perhatian luar biasa terhadap dunia pendidikan. Kami mencatat, bahkan sebelum genap 100 hari kerja, Bapak Gubernur sudah meluncurkan Program Gratispol—program revolusioner yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa di Kaltim," beber Habib Aboe dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (4/5/2025).
Pernyataan itu disampaikan Habib Aboe usai bertemu dengan Gubernur Rudi Mas'ud pada Jumat (2/5/2025) malam. Persamuhan itu digelar saat legislator PKS itu sedang melakukan lawatan sekaligus mendampingi Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. Dalam pertemuan itu para tokoh turut membahas berbagai peluang dan tantangan di Kaltim di era kepemimpinan Gubernur Rudi Mas'ud.
Habib Aboebakar menyebut Gubernur Rudy Mas'ud juga memberikan contoh nyata untuk bisa mendorong masyarakat terutama pelajar di Kaltim untuk terus berlajar. Soal contoh nyata yang dimaksud oleh Habib Aboebakar terkait program doktoral yang diambil oleh Gubunur Rudy di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah. Hal itu, lanjut Habib Aboe yang membuat kinerja Gubernur Rudy mendapat acungan jempol dari PKS.
"Ketua DPRD Kaltim, Pak Hasan Masud—adalah bukti nyata bahwa semangat belajar tak pernah mengenal usia atau jabatan. Ini inspirasi yang luar biasa, bukan hanya untuk kami di PKS, tapi bagi seluruh warga Kaltim," beber Habib Aboe Bakar sekaligus memuji gelar doktoral yang kini telah didapatkan Gubernur Kaltim tersebut.
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPP ini juga menilai ada keseriusan Gubernur Kaltim dalam memperjuangkan pembangunan daerah. Beberapa hari lalu, Rudy Mas'ud hadir di Rapat dengan Komisi 2 DPR RI untuk menyuarakan kebutuhan infrastruktur Kalimantan Timur.
"Ini menunjukkan komitmen beliau bahwa Kaltim bukan sekadar penonton dalam pembangunan Ibu Kota Negara, tapi harus menjadi tuan rumah yang sejajar dan berdaulat," imbuh Habib Aboebakar.
Baca Juga: Disindir 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi Berhasil Kurangi Anggaran Iklan Hingga Rp47 Miliar
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS itu juga menyebut partainya juga mencatat kebijakan yang sangat pro-rakyat lainnya, yakni pembebasan denda dan pajak kendaraan bermotor hingga tahun 2025. Hal Ini bukan hanya meringankan beban masyarakat, tapi juga menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi lokal.
"Tak kalah penting, saya sangat menghargai sisi religius dari Pak Gubernur. Di tengah kesibukan dan padatnya agenda pemerintahan, beliau tetap menjaga waktu ibadah," beber Habib Aboe.
"Ini bukan hal kecil, tapi menunjukkan karakter kepemimpinan yang kuat, yang menyeimbangkan dunia dan akhirat. Kami di PKS tentu merasa bangga bisa mengusung pemimpin yang peduli, visioner, dan tetap membumi seperti Bapak Gubernur," tambahnya lagi.
Berita Terkait
-
Rapat soal MBG di Hambalang, Prabowo ke Jajaran BGN: Jangan Ada Lagi Kasus Keracunan Siswa!
-
Sebut Anggaran Fantastis MBG Irasional, Ekonom Ferry Latuhihin: Kok Maksa Banget, Ini Proyek Siapa?
-
Dicap Koplak, Ekonom Ferry Latuhihin Skakmat Kepala Bappenas soal MBG: Ini Sekolahnya di Mana?
-
Selain di Cianjur, Siswa SD di Sultra Muntah-Muntah Usai Santap Ayam Krispi dari MBG
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Desak Dokumen AMDAL RDF Rorotan Dibuka, DPRD DKI: Jangan Ada yang Ditutupi!
-
Diterjang Banjir, Begini Upaya Pulihkan Trauma UMKM Perempuan di Aceh dan Sumatra