Suara.com - Kuasa hukum dari penggugat ijazah Jokowi, Eggi Sudjana, kembali buka suara perihal pengalamannya saat membela Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Rajardja alias Gus Nur.
Eggi Sudjana menyebut bahwa jaksa yang menangani kasus tersebut mengaku tidak memiliki salinan asli dari ijazah mantan Presiden Republik Indonesia ke-7 tersebut.
Hal ini disampaikannya pada podcast yang tayang di kanal YouTube Sentana TV berjudul "Eggi Sudjana: Hakim Kasus Ijazah Jokowi Sudah Di-setting!" pada Senin (5/5/2025).
"Eggi Sudjana, salah satu dari lima nama yang dilaporkan Jokowi ke Polda Metro Jaya akhirnya buka suara soal bagaimana kasus ini bergulir. Pengacara kawakan itu membuka satu per satu fakta yang sebenarnya terjadi dalam proses perjalanan kasus ijazah Jokowi itu," bunyi keterangan pada video tersebut.
Sebagaimana diketahui, Joko Widodo akhirnya melaporkan tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya pada Rabu (30/4/2025).
Saat menangani kasus Bambang Tri Mulyono dan Gus Nur, Eggi Sudjana awalnya menggugat Jokowi sebagai presiden. Namun, sosoknya tak pernah hadir dalam persidangan. Oleh karena itu, berkat saran dari hakim, Eggi Sudjana mengubahnya menjadi pribadi.
"Jokowi saya gugat dua versi. Versi pertama presiden, debat dengan hakim, hakim mengasih usul jangan jabatan presidennya karena dua kali saya gugat dalam pengertian presiden, yang datang jaksa agung. Hakim yang sarankan waktu itu, (katanya) ganti aja pribadi. Oke gue pindah menjadi pribadi melawan Jokowi dan muncul lah Otto," aku Eggi Sudjana.
Dahulu, Otto Hasibuan masih menjadi Ketua Tim Kuasa Hukum Keluarga Jokowi. Namun, Eggi Sudjana mengatakan jika sidang diminta untuk diselenggarakan secara offline. Tetapi, Eggi Sudjana menolak keras.
"Nah ketika muncul Otto, dia mungkin sudah bicara dengan hakim, terkondisilah semua saya dikondisikan, maksa sidangnya dengan offline. Ya saya tidak mau, ini kan sidang terbuka. Kan untuk offline, perlu disepakati. Si Otto main datang ke ke depan tanda tangan, sudah disiapkan. Saya dipanggil, nggak mau saya, enak aja. Gue nggak sepakat," ujarnya lagi.
Baca Juga: Viral CV Sentosa Seal Diduga Ngotot Beroperasi Meski Dilarang, Ini Ancaman Hukumannya
Mengingat kembali perjuangannya, Eggi Sudjana menyebut jika ia sudah melakukan tiga tahap gugatan. Kala itu, ia mempertanyakan mengapa kliennya dibawa ke Solo.
"Anomalinya apa? Gus Nur dan Bambang Tri TKPnya di Malang, Jawa Timur, kan mestinya diperiksanya di Malang dong, sesuai dengan TKP. Ini ditangkap di Jakarta, yang nangkep Mabes kan siapa yang bisa ganggu, maka harusnya periksa di Jakarta. Eh dipindahin ke Solo coba," jelasnya.
Eggi Sudjana mengaku bahwa pihaknya mau tak mau mengikuti peraturan yang ada. Namun, saat dirinya meminta pembuktian dalam bentuk ijazah asli Jokowi, jaksa tidak bisa memberikan karena hanya menerima bentuk fotokopi.
"Alasannya memang ada, saksi-saksi banyak dari Solo. Lah kalau saya menolak juga, kan nggak bisa, dia udah pidana, harus laksanakan perintah undang-undang. Jadi dengan suasana yang sungguh sangat terpaksa, kita nggak suka, tapi atas izin Allah semua bisa dilakukan dan tibalah saat sidang, saat masuk pembuktian, tentu saya tagih dong ijazah aslinya. Apa kata jaksa? Nggak ada bang, saya cuma dapat fotokopiannya," imbuhnya.
Dalam kondisi tersebut, Eggi Sudjana meminta pendapat para ahli yang hadir untuk mempertanyakan status bukti yang dimiliki oleh jaksa.
"Lu kan menghadiri tokoh, professor siapa saya lupa kalau nggak salah dari UKI, ahli hukum pidana tentang fotokopi bisa nggak jadi alat bukti? Ya nggak bisa, dia bilang. Dia certitalah pengalaman dia, ada mahasiswa saya yang hilang juga tapi ada laporan polisi. Nah, saya tanya sama polisi lagi di situ lewat jaksa, Jokowi hilang nggak ijazahnya? Ada laporannya nggak? Kagak ada. Berarti nggak hilang dong," ucap Eggi Sudjana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara