News / Metropolitan
Senin, 05 Mei 2025 | 15:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dalam waktu dekat Pemprov DKI Jakarta akan melakukan perombakan pejabat di tingkat wali kota dan bupati. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Ketua DPP PDIP itu kemudian menekankan, meski DPRD DKI Jakarta turut memberikan pertimbangan, kepala daerah provinsi memiliki hak penuh dalam menentukan siapa yang paling tepat mengisi posisi wali kota.

Lebih lanjut, ia berharap kepada Gubernur Pramono untuk mempertimbangkan berbagai aspek.

Menurutnya yang perlu diperhatikan tidak hanya sekedar dari sisi administratif, tetapi juga dari rekam jejak dan kapabilitas kepemimpinan.

"Gubernur harus jeli melihat mana yang paling cocok memimpin wilayah tertentu. Tidak bisa asal pilih, apalagi Jakarta punya karakter wilayah yang berbeda-beda," katanya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam kebijakan pembangunan lintas wilayah.

“Kalau pejabatnya paham medan dan punya pengalaman di Jakarta, itu jadi modal besar,” ujarnya.

Djarot menyatakan optimisme terhadap nama-nama yang diajukan, namun menegaskan kembali hal utama ialah ketegasan keputusan dari Gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, Ketua DPRD Jakarta Khoirudin menyatakan bahwa nama-nama yang diusulkan Gubernrur Pramono Anung tersebut mengikuti fit and proper test di DPRD Jakarta.

"Gubernur sudah bersurat kepada saya berisi nama-nama yang masuk kandidasi calon wali kota. Nah, nama-nama itu baru calon. Kalau nama-namanya diusulkan oleh Pak Gubernur," katanya kepada awak media Sabtu 3 Mei 2025.

Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Resmikan Masjid Jakarta Garden City

Khoirudin menjelaskan, DPRD hanya bertugas menilai dan memberikan evaluasi terhadap nama-nama calon. Keputusan akhir tetap berada di tangan gubernur.

“Saya hanya memberikan hasil, kalau keputusan akhirnya ada di Pak Gubernur,” kata dia.

Load More