Ketua DPP PDIP itu kemudian menekankan, meski DPRD DKI Jakarta turut memberikan pertimbangan, kepala daerah provinsi memiliki hak penuh dalam menentukan siapa yang paling tepat mengisi posisi wali kota.
Lebih lanjut, ia berharap kepada Gubernur Pramono untuk mempertimbangkan berbagai aspek.
Menurutnya yang perlu diperhatikan tidak hanya sekedar dari sisi administratif, tetapi juga dari rekam jejak dan kapabilitas kepemimpinan.
"Gubernur harus jeli melihat mana yang paling cocok memimpin wilayah tertentu. Tidak bisa asal pilih, apalagi Jakarta punya karakter wilayah yang berbeda-beda," katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam kebijakan pembangunan lintas wilayah.
“Kalau pejabatnya paham medan dan punya pengalaman di Jakarta, itu jadi modal besar,” ujarnya.
Djarot menyatakan optimisme terhadap nama-nama yang diajukan, namun menegaskan kembali hal utama ialah ketegasan keputusan dari Gubernur DKI Jakarta.
Sebelumnya, Ketua DPRD Jakarta Khoirudin menyatakan bahwa nama-nama yang diusulkan Gubernrur Pramono Anung tersebut mengikuti fit and proper test di DPRD Jakarta.
"Gubernur sudah bersurat kepada saya berisi nama-nama yang masuk kandidasi calon wali kota. Nah, nama-nama itu baru calon. Kalau nama-namanya diusulkan oleh Pak Gubernur," katanya kepada awak media Sabtu 3 Mei 2025.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Resmikan Masjid Jakarta Garden City
Khoirudin menjelaskan, DPRD hanya bertugas menilai dan memberikan evaluasi terhadap nama-nama calon. Keputusan akhir tetap berada di tangan gubernur.
“Saya hanya memberikan hasil, kalau keputusan akhirnya ada di Pak Gubernur,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia