Pemerintah desa telah memanggil kedua mempelai untuk klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, TR bersikeras menyatakan bahwa pasangannya adalah seorang laki-laki.
"Awalnya saya ingin menyelesaikan ini secara kekeluargaan. Saya minta TR untuk jujur, apakah pasangannya laki-laki atau perempuan. Ia menjawab laki-laki. Kalau memang benar laki-laki, alhamdulillah," sebutnya.
"Tapi kalau ternyata perempuan, saya minta agar keduanya sementara meninggalkan kampung untuk menghindari kegaduhan," tegas Amal.
Namun, karena situasi di masyarakat semakin gaduh, pemerintah desa memutuskan untuk melibatkan pihak berwenang.
Amal menyebut akan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, serta pihak medis untuk memastikan kebenaran soal jenis kelamin FR.
"Kami tak ingin situasi ini berkembang liar dan menimbulkan konflik. Karena itu kami libatkan polisi dan dokter agar ada pemeriksaan langsung terhadap yang bersangkutan," ucapnya.
Pemerintah Desa Arasoe juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Batu Gading, Kecamatan Mare, wilayah asal FR. Kata Amal, perlu untuk menelusuri keabsahan dokumen pernikahan mereka.
"Saat ini hasil koordinasi kami, dokumen FR di Desa Batu Gading memang tercatat sebagai laki-laki. Saat diperiksa di Kantor Urusan Agama juga demikian. Katanya (kelamin) ganda. Tapi kalau terbukti ia perempuan, berarti ia memalsukan identitas," kata Amal.
Amal berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi yang belum pasti dan tetap menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang, termasuk dokter.
Baca Juga: Menu Alkohol di Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier, Disebut Tak Kaleng-Kaleng
"Kami imbau kepada warga untuk tidak langsung mengambil kesimpulan atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Kita tunggu proses klarifikasi dan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur," tutur Aman.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga norma dan ketertiban di tengah masyarakat, khususnya menyangkut isu yang sensitif seperti ini.
"Hal seperti ini sensitif. Kita perlu menanganinya dengan bijak, bukan dengan prasangka. Yang terpenting situasi di (Dusun) Lacuco tetap kondusif," sebutnya.
Hingga kini, pihak pemerintah desa dan aparat gabungan masih menelusuri fakta di balik pernikahan tersebut guna mendapatkan kejelasan dan mencegah keresahan yang lebih luas.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura