Suara.com - Bareskrim Polri menyatakan bahwa ijazah sarjana Fakultas Kehutanan milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli. Hal tersebut disampaikan melalui konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (22/5/2025).
"Skripsi tersebut telah diuji Puslabfor dengan pembanding skripsi rekan-rekan senior dan junior Bapak Joko Widodo," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Bareskrim Polri rupanya mengundang beragam reaksi dari publik, termasuk warganet di jagat maya.
Salah satu warganet kemudian menyinggung kembali ucapan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2007, Prof. Hamid Awaluddin.
Dalam cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun X @NenkMonica, terekam Prof. Hamid Awaluddin berbicara dalam video yang tayang di kanal YouTube KompasTV pada 3 Mei 2025.
Pada kesempatan itu, Prof. Hamid Awaluddin menduga jika pada akhirnya ijazah Jokowi akan tetap dinyatakan sebagai dokumen asli yang dikeluarkan oleh UGM karena pihak Bareskrim Polri memiliki laboratorium untuk uji forensik.
"Ujungnya-ujungnya ini kan nanti, menurut saya, ujung-ujungnya nanti ijazah Jokowi dinyatakan asli. Ujung-ujungnya nih nanti, ya. Pertama, polisi punya laboratorium forensik. Dia bisa mengatakan semua kertasnya asli, semua hurufnya asli, yang dipersoalkan kan hurufnya kan? Times New Roman, tanda tangan," ucap Prof. Hamid Awaluddin.
Publik lantas menilai jika pernyataan Bareskrim Polri terkait keaslian ijazah Jokowi bukanlah hal yang baru karena telah diprediksi sebelumnya.
"Sesuai prediksi," tulis pemilik akun tersebut.
Baca Juga: Bareskrim Hanya Tampilkan Fotokopi Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: di Mana Posisi Dokumen yang Asli?
Unggahan tersebut pun sontak menuai beragam tanggapan dari pengguna X lainnya.
"Sebenarnya rakyat udah tau jalan cerita dan bobroknya mereka, tapi selama orang-orang itu yang masih punya wewenang, rakyat bisa apa. Cuma bisa ngikutin alurnya aja sambil grundel," komentar @pejal**********
"Nggak kaget karena sudah terbaca dari awal arah mata angin pasti diarahkan ke Solo," tambah @sandi********
"Kalau orang-orang yang punya nalar sehat dari jauh-jauh hari sudah bisa memprediksi hal ini akan terjadi. Ternyata benar kan? Apakah masih percaya wercok?" sambung @arie****
"Kalau hukum di negara ini ingin adil dan tegak, ya kayaknya ganti itu Kapolrinya," timpal @reja*_****
"Publik sudah menebak hasilnya sebelum diumumkan," tulis @hdsam****
Sebagai informasi tambahan, Bareskrim Polri juga akan menghentikan penyelidikan terhadap laporan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi yang dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
Pasalnya, Bareskrim Polri menilai tidak ditemukannya tindakan pidana dalam kasus tersebut.
Dalam keterangan resmi, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyatakan bahwa ijazah SMA dan S1 milik Jokowi asli setelah penyidik melakukan pemeriksaan dokumen dan saksi-saksi terkait.
Penyidik pun telah mendapatkan fakta bahwa Jokowi memenuhi syarat kelulusan di Fakultas Kehutanan UGM.
"Penyelidik mendapatkan dokumen asli ijazah bernomor 1120 atas nama Joko Widodo dengan NIM (nomor induk mahasiswa) 1681/KT Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 5 November 1985," ucap Djuhandhani.
Ijazah Jokowi disebut telah diuji secara laboratoris dengan sampel pembanding berupa ijazah dari tiga rekan Jokowi pada masa menempuh perkuliahan di Fakultas Kehutanan UGM. Pengujian yang dilakukan pun meliputi bahan kertas, pengaman kertas, teknik cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tanda tangan dekan serta rektor pada saat itu.
Hasil yang didapat diketahui bahwa ijazah Jokowi yang menjadi bukti dengan ijazah yang menjadi pembanding adalah identik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
-
Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
-
Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'
-
MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
-
Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
-
Nasib Tragis Sutaji, Pemuda Pondok Labu Tewas Terlindas Transjakarta di Depan Bus Stop Taman DDN
-
Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan
-
6 Fakta Amuk Angin Kencang di Cibinong, Warga Histeris Lihat Atap Pakansari Berterbangan
-
Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
-
Sinyal Kuat Golkar: Prabowo Dijamin Maju Lagi di Pilpres 2029, Asalkan...