Banyak platform seperti YouTube, Google, dan layanan streaming memiliki pengaturan “mode anak” atau “kontrol orang tua”.
Tips:
- Aktifkan mode aman pada semua perangkat dan aplikasi anak.
- Gunakan software pemantauan aktivitas daring yang terpercaya.
4. Ajarkan Literasi Digital Sejak Dini
Ajarkan anak cara menggunakan internet secara bijak, termasuk mengenali konten yang aman dan berbahaya.
Literasi digital membuat anak lebih sadar akan dampak dari tindakan mereka dan risiko yang ada di dunia maya.
Tips:
- Ajarkan konsep “jejak digital” dan pentingnya menjaga privasi.
- Bahas tentang berita palsu, penipuan daring, dan bahaya predator online.
5. Pantau Aktivitas Digital Anak Secara Aktif
Orang tua tidak bisa hanya bergantung pada teknologi. Pemantauan langsung sangat diperlukan.
Ketahui dengan siapa anak berinteraksi secara daring, grup apa yang mereka ikuti, dan konten yang mereka konsumsi.
Baca Juga: Horor Inses Online: Grup 'Fantasi Sedarah' Normalisasi Kejahatan Seksual Keluarga
Tips:
- Jangan biarkan anak menggunakan gadget tanpa pengawasan di malam hari.
- Jadwalkan waktu “bebas gadget” untuk kegiatan offline bersama keluarga.
6. Jadikan Diri Anda Teladan Digital yang Baik
Anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Jika orang tua bijak menggunakan media sosial dan tidak membagikan konten sembarangan, anak pun akan belajar melakukan hal yang sama.
Tips:
- Tunjukkan bagaimana mencari informasi yang benar dan etis secara daring.
- Hindari membagikan informasi pribadi sembarangan.
7. Libatkan Sekolah dan Komunitas
Penting bagi sekolah dan komunitas untuk menyediakan pendidikan literasi digital dan menyelenggarakan diskusi terbuka tentang keamanan internet.
Tag
Berita Terkait
-
Horor Inses Online: Grup 'Fantasi Sedarah' Normalisasi Kejahatan Seksual Keluarga
-
Telkom Solution Pamer 3 Senjata Ampuh, Dorong Transformasi Digitan B2B
-
Teknologi AI dengan Sentuhan Manusia: Cara Baru Melayani Pelanggan di Era Digital
-
Pemerintah Minta Meta Tutup Grup Ini
-
Ini Kepanjangan QRIS yang Bikin Transaksi Lebih Cepat & Aman
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen
-
Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami
-
Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup
-
Kenapa Plastik Biodegradable Tak Selalu Cepat Terurai? Ini Temuan Terbarunya
-
Meski ASN WFA, Menkes Pastikan RS Pemerintah Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026
-
Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
UU Soal Uang Pensiun DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK Perintahkan Pembuatan Aturan Baru
-
Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak
-
Gus Alex Penuhi Panggilan KPK dalam Kasus Haji, Langsung Ditahan?