Anak yang menikah dini berisiko tinggi mengalami tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, bahkan trauma.
Konflik rumah tangga yang seharusnya bisa diselesaikan secara dewasa justru dapat memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena keduanya belum memiliki kematangan emosional.
2. Terputusnya Pendidikan dan Masa Depan Anak
Pernikahan dini hampir selalu diiringi dengan putus sekolah.
Dalam kasus YL dan RN, besar kemungkinan mereka akan menghentikan pendidikan untuk fokus pada rumah tangga.
Hal ini secara otomatis memotong peluang mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik melalui jalur pendidikan dan karier.
Anak perempuan yang menikah muda biasanya akan terbatas aksesnya untuk mengembangkan diri dan mandiri secara ekonomi.
Ketergantungan pada pasangan juga bisa memperparah ketimpangan dalam hubungan, bahkan membuat mereka sulit keluar dari pernikahan yang tidak sehat.
3. Risiko Kesehatan yang Mengintai
Baca Juga: 8 Tips Cegah Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual, Termasuk dari Orang Terdekat
Dari sisi kesehatan, anak perempuan yang menikah dini berisiko tinggi mengalami komplikasi saat kehamilan dan persalinan.
Tubuh remaja belum sepenuhnya matang untuk mengandung dan melahirkan.
Menurut data WHO, komplikasi saat hamil dan melahirkan merupakan penyebab utama kematian bagi anak perempuan usia 15-19 tahun di seluruh dunia.
Kehamilan dini juga meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian bayi.
Selain itu, pengetahuan minim tentang kesehatan reproduksi juga membuat anak rentan terhadap infeksi, termasuk penyakit menular seksual.
4. Lingkaran Kemiskinan yang Tak Terputus
Berita Terkait
-
8 Tips Cegah Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual, Termasuk dari Orang Terdekat
-
7 Ciri-Ciri Anak Cerdas yang Jarang Diketahui Orang Tua, Tak Hanya soal Angka dan Nilai
-
Tangis Pecah, Dedi Mulyadi Jadikan Siswa Yatim Piatu di Barak Militer Sebagai Anak Angkat
-
5 Tabungan Anak Terbaik di Bank dengan Setoran Ringan
-
Pernikahan Impian Gagal Terwujud, Kini Al Ghazali Malah Dituding Tak Tegas
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar