Lagu kebangsaan dari kedua negara kemudian diputar untuk mengawali upacara penyambutan yang diiringi dentuman meriam.
Setelahnya, Prabowo dan Macron melakukan inspeksi pasukan dan dilanjutkan dengan pengenalan delegasi kedua negara.
Usai dari halaman depan Istana Merdeka, Prabowo mempersilakan Macron dan istri untuk masuk ke ruang kredensial di Istana Merdeka. Prabowo dan Macron melakukan sesi foto berdua dilanjutkan dengan sesi foto bertiga bersama Brigitte.
Macron kemudian menandatangani buku tamu lebih dulu untuk selanjutnya melangsungkan pertemuan bilateral dengan Prabowo.
Tak selang waktu lama, putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo tampak keluar dari Istana Merdeka bersama Brigitte. Tampak Didit dan Brigitte yang berbincang di atas karpet biru menuju ke arah mobil.
Didit ternyata mengantar Brigitter sampai ke mobil untuk kemudian meninggalkan Istana Merdeka. Sementara itu, Macron masih melanjutkan pertemuan bilateral dengan Prabowo.
Nantinya pertemuan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU hingga pernyataan pers bersama. Adapun Macron dijadwalkan kembali ke Istana pada malam ini untuk memenuhi undangan gala dinner bersama Prabowo.
Isi Pertemuan di Istana
Diberitakan sebelumnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ikut mengungkap isi pertemuan Prabowo dengan Presiden Macron di Istana. Pernyataan itu disampaikan Menhan Sjafrie saat menyambut kedatangan Presiden Macron di Lanut Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Baca Juga: Dampingi Prabowo Sambut Presiden Prancis di Istana, Gaya Didit saat Ngobrol Bareng Istri Macron
Sjafrie mengungkap salah satu penandatangan yang dilakukan pihak Indonesia dan Prancis terkait kerja aama di bidang pertahanan. Kedua negara akan menandatangani Letter of Intent (LOI) terkait pengadaan alutsista atau alat utama sistem senjata.
"Kami akan mendatangani LOI besok dengan para menteri yang lain. Intinya kami akan kembangkan kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Prancis, khususnya untuk alutsista stragtegis," kata Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan lebih lanjut saat ditanya mengenai alutsista yang dimaksud dalam kerja sama kedua negara.
"Pesawat tempur dan juga kapal selam," kata Sjafrie.
Kunjungan Macron ke Indonesia akan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 sampai 29 Mei 2025.
Pada hari pertama, Macron tiba di Indonesia pada Selasa (27/5) malam. Pesawat Macron mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. Sjafrie turut menyambut langsung ketibaan Macron.
Berita Terkait
-
Dampingi Prabowo Sambut Presiden Prancis di Istana, Gaya Didit saat Ngobrol Bareng Istri Macron
-
Memanas Imbas Skandal Judol, PDIP Sindir Budi Arie Tak Punya Malu: Harusnya Mundur!
-
Megawati Murka Partainya Dituding Dalang Framing Judol, PDIP Siap Polisikan Budi Arie: Keterlaluan!
-
Usai Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Muncul Desakan Agar Roy Suryo dkk Segera Dijebloskan ke Bui
-
Dipolisikan usai Koar-koar Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo dkk ke Komnas HAM: Kami Dikriminalisasi!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK
-
PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global