"Kami memastikan seluruh moda transportasi baik dari Madinah ke Makkah maupun sebaliknya, serta bus sholawat, berjalan sesuai standar kenyamanan dan ketepatan waktu. Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun," ucap Khairunas.
Saat ini, Itjen sedang menginisiasi adanya pembangunan Dashboard Layanan Haji, sebuah sistem pemantauan digital yang dirancang untuk membantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam mengelola pergerakan jemaah, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Dashboard ini adalah langkah awal menuju digitalisasi layanan haji yang lebih efisien dan transparan. Efektivitas layanan ini perlu didukung oleh sistem data yang terintegrasi, akurat, dan selalu diperbarui. Maka saya minta seluruh pihak, baik di tanah air maupun Arab Saudi, untuk memastikan kualitas dan konsistensi data sebagai fondasi utama keberhasilan layanan ini," tandasnya.
Antisipasi Cuaca Ekstrim
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan jemaah haji Indonesia agar mewaspadai cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi kekinian. Kondisi Arab Saudi kekinian sedang mengalami cuaca panas ekstrem yang mencapi 50 derajat celcius.
"Di sini ditegaskan juga bahwa cuaca sangat ekstrim, suhu di Saudi Arabia dan di Mekah sekarang ini sekitar 50 derajat celcius. Jadi ini satu persoalan tersendiri bagi kita orang Indonesia," kata Nasaruddin dalam konferensi persnya di Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Mei 2025.
Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah haji Indonesia untuk bisa beradaptasi dengan cuaca ekstrem tersebut.
"Kemudian juga dihimbau untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian diri dengan cuaca tersebut. Misalnya seperti yang telah diumumkan oleh panitia terus-menerus agar selalu memelihara cairan tubuh, minum lebih banyak dan memelihara saving energy karena ini kan belum haji, belum hari H-nya," ujarnya.
Dia juga mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri di tengah cuaca panas ekstrem untuk menjalankan ibadah sunah.
Baca Juga: Ivan Gunawan Ingin Dipanggil Haji Igun, Kini di Madinah Meski Ramai Berita Visa Furoda Tak Terbit
"Jangan sampai nanti mengejar sunat, mau arba'in di Madinah, mau memperbanyak umrah di Mekah, tetapi nanti pada hari H-nya haji itu kolaps," katanya.
"Nah kita sudah menghimbau kepada jama'ah kita, saving energy untuk hari H-nya haji itu," sambungnya.
Berita Terkait
-
Berangkat Hari Ini, Menag Umumkan Amirul Hajj Misi Haji 2025, Ada Nama Dudung Abdurachman
-
Kimberly Ryder Batal Naik Haji karena Visa Furoda Tak Terbit, Sudah Niat Titip Anak di Bali
-
Arab Saudi Cuaca Ekstrem 50 Derajat Celcius, Menag: Jemaah Haji Jangan Kejar Sunah Dulu!
-
Cek Fakta: Benarkah Teuku Wisnu Gagal Naik Haji Tahun Ini Karena Visa Furoda Tak Terbit?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?