"Sebagian sudah ada, tapi masih ada daftar tunggunya, belum keluar. Nah, yang mengeluarkan visa kan di sana ya," ujarnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah Arab terkait masalah tersebut.
"Sudah, sudah. Siang malam kami komunikasi. Karena kan keluarnya itu on-off ya," pungkasnya.
Sebelumnya, media sosial sedang diramaikan kabar tentang visa calon jamaah haji furoda dari Indonesia yang dikabarkan belum juga diterbitkan. Padahal, di sejumlah negara seperti Libya, para calon jamaah yang akan berangkat melalui jalur furoda sudah menerima visa mereka. Biasanya, dalam beberapa tahun terakhir, visa untuk jamaah haji furoda sudah mulai terbit sejak bulan Syawal atau setelah bulan Ramadan berakhir.
Situasi ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan keberangkatan calon jemaah furoda tahun ini.
Desainer Ivan Gunawan, termasuk dalam daftar jamaah haji melalui jalur furoda tahun 2025 ini. Dia mengaku tidak merasa khawatir soal kabar tersebut.
Ivan menegaskan bahwa saat ini dirinya hanya tinggal menanti waktu keberangkatan sesuai jadwal dari pihak travel.
"Enggak ada persiapan, udah tinggal jalan aja," ujar Ivan Gunawan, dikutip dari Suara.com, Rabu (28/5/2025).
Persiapan perlengkapan untuk ke Tanah Suci pun sudah selesai ia lakukan.
Baca Juga: Merapat ke PSI atau PPP? Menakar Keuntungan jika Jokowi jadi Ketum Parpol
"Semua udah masuk koper, tinggal jalan, tinggal naik pesawat," tutur Ivan Gunawan.
Ivan tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai waktu pasti keberangkatannya. Ia hanya mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama dirinya akan menjalankan ibadah haji.
"Aku ikutin ritmenya aja besok, aku nikmatin apa yang terjadi besok. Kan aku juga belum pernah ibadah haji sebelumnya, jadi ikutin aja aturan yang udah semestinya, ikutin jadwal dari travelnya juga," jelas Ivan Gunawan.
Sampai saat ini, belum diketahui kapan tepatnya Ivan akan berangkat untuk menunaikan ibadah haji.
Sebelumnya, Ivan Gunawan telah mengumumkan rencana keberangkatannya pada 7 April 2025 lewat akun Instagram.
Biaya haji furoda 2025 menjadi sorotan seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji tanpa perlu menunggu antrean bertahun-tahun. Program ini memang menawarkan kemudahan, tapi biayanya bukan main.
Berdasarkan informasi dari sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), biaya haji furoda 2025 dipatok mulai dari USD 19.000 hingga USD 60.000.
Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs Rp 16.600 per USD, berikut estimasi biaya yang harus disiapkan:
- Paket termurah dimulai dari USD 19.000 atau setara Rp 315 juta.
- Paket menengah berkisar antara USD 30.000 hingga USD 45.000, atau sekitar Rp 498 juta hingga Rp 747 juta.
- Paket premium mencapai USD 60.000 atau sekitar Rp 996 juta, dengan fasilitas eksklusif setara hotel bintang lima, layanan VIP, dan pendampingan ibadah pribadi.
Harga paket haji furoda sangat tergantung pada layanan dan fasilitas yang ditawarkan PIHK. Semakin mahal, semakin lengkap pula layanan yang diperoleh jemaah.
Program haji furoda 2025 adalah jalur ibadah haji yang menggunakan visa mujamalah, yakni undangan resmi dari Pemerintah Arab Saudi.
Berita Terkait
-
Merapat ke PSI atau PPP? Menakar Keuntungan jika Jokowi jadi Ketum Parpol
-
Soroti 'Kemesraan' Prabowo-Mega, Elite PDIP Teringat Buya Hamka jadi Imam Salat Jenazah Soekarno
-
Dipuji-puji karena Dietnya Berhasil, Prabowo Pangling Lihat Megawati: Ibu Luar Biasa!
-
Di Tengah Momen Prabowo-Megawati Bisik-bisik hingga Bercanda, Gibran Bilang Begini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung