Gerakan Listrik Aman Schneider Electric
Sebagai salah satu produsen GPAS atau RCCB tersertifikasi di Indonesia, Schneider Electric menunjukkan komitmen untuk meningkatkan keselamatan kelistrikan khususnya di sektor hunian melalui Gerakan Listrik Aman Schneider Electric. Gerakan Listrik Aman adalah sebuah gerakan nasional untuk memperkuat peran instalatur listrik dalam menjamin keamanan bangunan di seluruh Indonesia.
Dalam Gerakan Listrik Aman ini, Schneider Electric telah menjangkau lebih dari 7.800 teknisi listrik yang berasal dari 15 asosiasi dan komunitas dari berbagai daerah. Pelatihan dilakukan secara daring dan luring di 10 kota dan provinsi di Indonesia, antara lain Jakarta, DI Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, Bali, Pekanbaru dan Kalimantan Timur. Pelatihan ini juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih rekor MURI dengan kategori Pelatihan Instalatur Listrik dengan Peserta Terbanyak.
President Director Indonesia & Timor-Leste, Schneider Electric, Martin Setiawan mengatakan, Schneider Electric memberikan pelatihan teknis khusus, termasuk cara pemasangan GPAS atau RCCB yang benar dan aman, sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan kompetensi instalatur di lapangan. Hal ini menjadi dasar penting untuk menciptakan keselamatan kelistrikan.
"Namun, pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM melalui SKTTK (Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan)" kata Martin kepada Suara.com, Rabu (4/6/2025).
Martin menjelaskan, pemasangan GPAS harus dilakukan oleh instalatur listrik yang telah mengantongi sertifikasi. Hal ini untuk memastikan proses instalasi dilakukan secara benar dan aman sesuai dengan standar nasional.
"Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk tidak ragu menanyakan dan meminta bukti sertifikasi (SKTTK) sebelum menggunakan jasa teknisi listrik," ujar Martin.
Keunggulan GPAS atau RCCB Schneider Electric
Schneider Electric telah meluncurkan tiga jenis GPAS atau RCCB yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Meski demikian, secara garis besar ketiga alat tersebut sama-sama memiliki fungsi utama sebagai proteksi bahaya listrik.
Varian pertama adalah RCCB Domae 30 mA yang dirancang untuk melindungi manusia dari risiko tersetrum. Selain itu, ada varian RCCB Domae 300 mA yang ideal digunakan untuk melindungi aset atau mesin dari risiko kebakaran akibat arus bocor. Martin mengatakan, GPAS atau RCCB ini mampu mendeteksi arus bocor sekecil 30 mA yang dapat menimbulkan risiko fatal pada tubuh manusia.
"Dengan sensitivitas tinggi, GPAS memberikan lapisan keamanan tambahan yang krusial dalam mencegah kecelakaan fatal akibat sengatan listrik," kata Martin.
Terakhir, ada varian RCBO Slim Domae, yakni gabungan fungsi MCB dan RCCB yang berfungsi untuk melindungi dari beban lebih, korsleting dan arus bocor sekaligus. Varian ini mampu memberikan perlindungan menyeluruh dalam satu perangkat yang ringkas.
Ketiga varian GPAS atau RCCB dari Schneider Electrik telah mengantongi sertifikat SNI, memiliki daya tahan tinggi dan mudah dipasang di panel listrik standar rumah tangga. Masyarakat bisa memilih salah satu varian sesuai dengan kebutuhan instalasi listrik di kediaman masing-masing.
Cara Pasang GPAS atau RCCB yang Benar
Kementerian ESDM telah mengeluarkan panduan cara memasang GPAS atau RCCB yang aman. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh masyarakat yang ingin memasang GPAS atau RCCB.
Pertama, masyarakat bisa membeli GPAS atau RCCB secara mandiri di toko elektronik terpercaya maupun market place dengan mencari kata kunci ELCB, RCBB atau RCBO.
Penting untuk diperhatikan, pemasangan GPAS atau RCCB harus dilakukan oleh instalatur tersertifikasi untuk memastikan keamanan dalam proses pemasangan. Masyarakat bisa menghubungi Badan Usaha Jasa Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik (bangsang) terdekat melalui laman SIUJANG Gatrik. Laman tersebut dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/cari-instalatir
Dalam laman tersebut, masyarakat bisa mengisi kolom 'Jenis Usaha' dengan pilihan 'Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik' dan kolom 'Bidang' dengan memilih 'Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Rendah'.
Tag
Berita Terkait
-
Rekor MURI! 1.147 Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak di 14 Kota saat Ramadan
-
Kirana Larasati Ungkap Pemandangan Laut Sedalam 127 Meter, Ada Apa Saja di Sana?
-
Catat Rekor, Kirana Larasati Waswas Lawan Arus di Kedalaman 127,8 Meter
-
Masyarakat Makin Selektif, Newlab+ Hadirkan Brightlogy: Skincare Aman Tanpa Overclaim
-
Lebih dari Sekadar Es Krim, Halocoko Torehkan Rekor MURI Lewat Gerakan Sosial
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat