Suara.com - Nama Pangeran Mangkubumi menjadi perbincangan hangat setelah penampilannya dalam program Rakyat Bersuara yang tayang pada Rabu, 11 Juni 2025.
Sekjen Gibranku, relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka ini menjadi sorotan setelah terlibat perdebatan panas dengan Rocky Gerung.
Diskusi dalam acara yang dibawakan oleh Aiman Witjaksono tersebut membahas wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Pangeran Mangkubumi menyatakan bahwa dorongan pemakzulan terhadap Gibran hanyalah efek dari fenomena echo chamber.
Kondisi yang dimaksud merujuk pada seseorang yang hanya terpapar dengan pandangan dan informasi yang mendukung opini mereka sendiri.
Menurutnya, hal ini memperkeruh situasi politik karena memperbesar persepsi negatif yang belum tentu berdasar pada kenyataan.
Namun, pandangan ini langsung ditanggapi keras oleh Rocky Gerung yang dikenal sebagai akademisi sekaligus pengamat politik.
Rocky Gerung menolak anggapan bahwa isu pemakzulan hanya bersumber dari "ruang gema."
Dia berargumen bahwa gelombang protes terhadap Wapres Gibran datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, akademisi, hingga purnawirawan militer.
Baca Juga: Ray Rangkuti Vs Sekjen Gibranku: Saling Sindir soal Dinasti Politik dan Upaya Pemakzulan Gibran
Bahkan, perhatian media internasional pun tertuju pada Wakil Presiden sekaligus anak sulung Joko Widodo tersebut.
Rocky Gerung juga memberikan kritik tajam kepada Pangeran Mangkubumi, menyindir bahwa membela Gibran tanpa dasar yang kuat hanyalah menunjukkan kekosongan intelektual.
Dia bahkan menyarankan agar Gibran segera mengganti tim konsultan politiknya dengan orang-orang yang lebih paham akan realitas politik dan sosial saat ini.
Ketegangan di studio memuncak saat Pangeran Mangkubumi tampak tidak mampu memberikan respons tegas terhadap kritik yang dilontarkan Rocky.
Wajahnya yang semula percaya diri berubah menjadi canggung, bahkan terdiam saat mendapat gelak tawa dari Rocky dan beberapa narasumber lain seperti Ray Rangkuti.
Berita Terkait
-
Ray Rangkuti Vs Sekjen Gibranku: Saling Sindir soal Dinasti Politik dan Upaya Pemakzulan Gibran
-
Siapa Pangeran Mangkubumi? Sekjen Gibranku yang Diskakmat Rocky Gerung
-
Ray Rangkuti Skakmat Sekjen Gibranku: Anak Muda Dukung Dinasti Politik, Itu Jauh Lebih Memalukan!
-
Rocky Gerung Skakmat Sekjen Gibranku, Sebut Cuma Pendukung Kosong: Recent Issue Saja Gak Ngerti
-
Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri