Suara.com - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan langkah progresif dalam membiayai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG), Indonesia berhasil menarik investasi sebesar 18,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 Triliun.
Capaian ini menjadi salah satu sorotan dalam gelaran International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (5/6).
Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kerangka kerja ESG untuk pembiayaan infrastruktur telah mulai dikembangkan sejak 2022.
Langkah ini bukan semata soal pembiayaan, tetapi juga tentang memastikan pembangunan yang lebih bertanggung jawab. “Hingga saat ini, dukungan fiskal tersebut telah berhasil menarik estimasi total investasi sebesar 18,8 miliar dolar AS. Angka ini menjangkau berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan jalan, jalan tol, energi, air, hingga infrastruktur lainnya,” ujar Sri Mulyani.
Pemerintah menyadari bahwa proyek infrastruktur kerap melibatkan risiko besar, dari sisi pembiayaan hingga dampak lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, kehadiran berbagai instrumen pendukung menjadi penting.
Di Kementerian Keuangan, misalnya, terdapat Project Development Facility (PDF), Viability Gap Fund (VGF), hingga skema Availability Payment (AP) yang memungkinkan pembayaran dilakukan berdasarkan ketersediaan layanan.
Selain itu, jaminan melalui Indonesia Infrastructure Guarantee Fund (IIGF) juga memainkan peran penting dalam menciptakan iklim investasi yang lebih aman dan menarik. Seluruh instrumen ini memberikan kepercayaan lebih kepada para mitra usaha dan investor untuk terlibat dalam pembangunan jangka panjang di Indonesia.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga berupaya merespons tantangan global, termasuk krisis iklim.
Baca Juga: Prabowo Tekankan Investasi Pertahanan Penting: yang Tidak Mau Kedaulatan Dirampas, Jadi Bangsa Budak
“Seluruh instrumen tersebut mampu memfasilitasi persoalan mitigasi krisis iklim dan juga memastikan proyek infrastruktur tetap dikembangkan secara berkelanjutan meski besar dan penuh risiko,” tambahnya.
Komitmen ini tak berhenti di level kebijakan. Lewat SDG Indonesia One, platform pembiayaan campuran (blended finance) yang dijalankan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), pemerintah berhasil menghimpun komitmen investasi sebesar 3,29 miliar dolar AS.
Dana tersebut berasal dari 38 mitra, dengan realisasi sebesar 396 juta dolar AS untuk mendukung 111 proyek pembangunan serta tujuh proyek pembiayaan.
Meningkatnya partisipasi mitra lokal dan global ini mencerminkan keyakinan yang tumbuh terhadap arah pembangunan Indonesia. Dengan pendekatan ESG, Indonesia tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menanam fondasi untuk masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan tangguh.
Melalui inisiatif ini, peluang terbuka bagi para investor yang ingin berkontribusi dalam pembangunan nasional yang tidak hanya ambisius, tetapi juga bertanggung jawab.
Sebagai informasi,Konferensi Internasional Infrastruktur Indonesia (ICI) 2025 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pembuat kebijakan, pelaku bisnis, mitra pembangunan, dan lembaga keuangan. Tujuannya jelas: mempercepat investasi, inovasi, dan implementasi proyek infrastruktur nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender