Komentar absurd Netanyahu, yang disampaikan di lokasi penderitaan nyata, langsung disambut cemoohan.
Bagi rakyat yang benar-benar berkorban, klaim Netanyahu adalah sebuah lelucon pahit.
Anat Angrest, yang putranya telah disandera Hamas di Gaza selama ratusan hari, memberikan respons yang menusuk jantung.
"Anak saya telah berada di ruang bawah tanah Gaza yang mengerikan selama 622 hari sekarang," tulis Angrest di akun X miliknya.
Satu kalimat darinya cukup untuk meruntuhkan seluruh narasi pengorbanan palsu keluarga Netanyahu.
Kemarahan publik semakin menjadi-jadi setelah terungkap bahwa Netanyahu awalnya berencana mengambil cuti untuk menghadiri pernikahan putranya yang dijadwalkan hari Senin, bahkan di tengah perang dan ancaman protes.
Narsisis Tanpa Batas
Kritik tajam juga datang dari spektrum politik oposisi. Gilad Kariv, seorang anggota Knesset, tidak menahan diri untuk menyebut Netanyahu sebagai "narsisis tanpa batas".
"Saya mengenal banyak keluarga yang tidak dipaksa untuk menunda pernikahan, tetapi sekarang tidak akan pernah merayakan pernikahan yang seharusnya dilangsungkan," kata Kariv, merujuk pada warga yang tewas dalam konflik.
Baca Juga: Israel Serang Rumah Sakit di Iran, 2 Tenaga Medis dan Seorang Anak Tewas
Kariv kemudian membongkar definisi "pahlawan" versi Netanyahu dan menghadirkannya dengan definisi yang sesungguhnya.
"Para dokter yang meninggalkan rumah untuk shift malam adalah pahlawan. Para guru yang menjaga anak-anak kita tetap bersama melalui Zoom dan panggilan telepon adalah pahlawan," tegasnya.
Jurnalis senior Amir Tibon menyimpulkan apa yang ada di benak banyak orang: ini adalah perilaku khas Netanyahu.
"Tetapi tidak ada yang mengejutkan dengan Netanyahu. Bahkan di saat-saat ketika contoh pribadi sangat dibutuhkan, dia pertama-tama dan terutama peduli dengan dirinya sendiri," tulis Tibon.
Sementara Netanyahu meratapi pesta yang tertunda, data menunjukkan 24 warga sipil Israel tewas.
Di sisi lain, serangan balasan Israel yang membabi buta diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 263 warga sipil Iran.
Berita Terkait
-
Israel Serang Rumah Sakit di Iran, 2 Tenaga Medis dan Seorang Anak Tewas
-
Serangan Iran Bikin Liga Israel Ambruk: Pemain Frustasi Musim 2025/2026 Terancam Batal
-
Warga Israel Larang Orang Afrika Masuk Bunker: Ini Khusus Bangsa Yahudi
-
Ngeri dengan Rudal Iran, Pemain Klub Israel Ngungsi ke Polandia
-
Netanyahu Curhat RS Israel Dirudal Iran, Erdogan: Kalian Mengebom 35 RS Gaza Palestina!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif