- Kemensos menyiapkan bantuan berlapis di Aceh dan Sumatera, mencakup konsumsi harian, isian rumah tangga senilai Rp3 juta, dan pemulihan ekonomi Rp5 juta.
- Penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat sebesar Rp15 juta dan Rp5 juta akan disalurkan setelah verifikasi daerah dan BNPB.
- Saat ini, Kemensos mengoperasikan 42 dapur umum yang menyediakan lebih dari 400 ribu porsi makanan setiap harinya di lokasi terdampak.
Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema bantuan berlapis bagi korban bencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera, mulai dari pemenuhan kebutuhan konsumsi harian hingga dukungan pemulihan ekonomi keluarga terdampak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, bantuan awal diberikan dalam bentuk dukungan lauk-pauk dengan nilai Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan.
"Bantuan lauk-pauk akan diberikan sebesar Rp15 ribu per hari per orang, atau setara Rp450 ribu per orang setiap bulan. Selain itu Kemensos juga akan memberikan bantuan isian rumah," katanya di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (31/12/2025).
Selain bantuan konsumsi, Kemensos juga menyiapkan bantuan isian rumah tangga bagi keluarga terdampak. Setiap keluarga akan menerima bantuan senilai Rp3 juta yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perabotan dasar.
"Setelah itu melangkah lagi ke depan untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga," ujarnya.
Gus Ipul juga mengungkapkan progres penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia dan korban luka berat. Bantuan tersebut akan disalurkan setelah melalui proses verifikasi oleh pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kita akan salurkan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta bagi yang wafat dan luka berat Rp5 juta. Ini simultan, ada yang sudah kita cairkan berproses, sambil mempersiapkan pada masa-masa pascakedaruratan," paparnya.
Dalam penanganan bencana, Kemensos terus memperkuat kolaborasi lintas sektor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat, sekaligus menyiapkan langkah transisi menuju pemulihan pascabencana.
Saat ini, Kemensos mengoperasikan 42 dapur umum di berbagai titik terdampak. Dapur tersebut dikelola bersama dinas sosial daerah serta dapur umum mandiri masyarakat, dengan kapasitas produksi ratusan ribu porsi makanan setiap hari.
Baca Juga: Prabowo Pilih Habiskan Malam Tahun Baru Bersama Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan
“Kita menyajikan lebih dari 400 ribu (porsi) setiap harinya. Ini terus kita lakukan sampai nanti waktu yang ditentukan,” paparnya.
Ia menambahkan, layanan dapur umum akan berjalan hingga masyarakat terdampak mulai menempati hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Pada fase tersebut, Kemensos telah menyiapkan berbagai intervensi lanjutan.
"Kami dalam rangka memberikan layanan di huntara dan huntap sudah menyiapkan intervensi pascakedaruratan, mulai dari isian rumah, pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, maupun juga untuk dukungan pembelian lauk-pauk bagi keluarga yang terdampak," demikian Gus Ipul.
Berita Terkait
-
Prabowo Pilih Habiskan Malam Tahun Baru Bersama Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan
-
171.379 Rumah Rusak, Dompet Dhuafa Targetkan Bangun 1.000 RUMTARA bagi Penyintas Bencana Sumatra
-
Kenapa Penerima Bansos di Kantor Pos Harus Foto Diri dengan KTP dan KK? Ini Penjelasan Dirut PT Pos
-
TNI Harus Swadaya Tangani Bencana, Ketua Banggar DPR Desak BNPB Lebih Gesit Koordinasi Anggaran
-
BLTS Rp 900 Ribu di Aceh Tamiang Disalurkan Manual, Kantor Pos Masih Rusak Pascabencana
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
RI Respons Temuan Awal PBB Soal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: Segera Tuntaskan Investigasi!
-
April 2026, Prabowo Targetkan Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 PSEL
-
Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila
-
Pemerintah Godok Skema untuk Atasi Kenaikan Harga Komoditas Global, Termasuk Plastik
-
AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS
-
Emisi Karbon Terus Naik, Bisakah CO2 Diubah Jadi Produk Berguna?
-
Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata
-
Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi
-
Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi