Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI diminta untuk turun tangan mengusut adanya penyelewengan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur, Kalimantan Timur yang diduga melibatkan kongkalikong antara mafia tanah dengan oknum pejabat daerah. Aset berupa tanah itu disebut-sebut berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Desakan dugaan mafia tanah itu diusut disampaikan oleh massa pendemo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) saat menggeruduk kantor Kejagung RI, Jakarta pada Rabu (25/6/2026) kemarin.
Diketahui, PMII Kaltim juga disebut telah melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya dugaan praktik mafia tanah yang diduga telah menguasai aset milik Pemkab Kutim. Namun, PMII merasa belum mendapatkan kejelasan perihal kasus itu. Lantaran belum puas, PMII kekinian mendorong agar Kejagung ikut turun tangan demi mengusut dugaan praktik mafia tanah itu terkait pengalihan aset milik Pemkab Kutim.
"Kami minta dengan hormat kepada Kejaksaan Agung agar segera menyelidiki kepada oknum-oknum yang terlibat khususnya di Kalimantan Timur," ujar Julkifli, perwakilan PMII Kaltim saat menggelar demonstrasi di depan Gedung Kejagung RI yang dikutip pada Kamis (26/6/2025).
PMII menganggap ada kejanggalan terkait pengalihan aset Pemkab Kutim di kawasan Jaksel itu. Diduga, ada pelanggaran hukum terkait praktik jual-beli aset tersebut dan diangggap melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Adapun terduga mafia tanah yang dianggap telah melakukan praktik culas terhadap aset milik Pemkab Kutim berinisial SS. Bahkan, SS disebut-sebut sedang terjerat masalah hukum yang berkaitan dengan sejumlah kasus sengketa tanah. Pasalnya, berdasar penelusuran Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, SS diduga telah diduga berkaitan dengan aset tanah.
“Kami sangat sangat berharap Kejaksaan Agung untuk memanggil oknum-oknum pejabat Kaltim untuk diselidiki kasus korupsi,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Ogah Cabut Ucapan soal Iran, Felix Siauw Kini Singgung LGBT: Aku Bahagia Mereka Dukung Palestina
-
Kepergok 'Diservis' Polwan hingga Tasnya Dibawakan, Selvi Ananda Banjir Sindiran: Manja Amat Lu!
-
Heboh Isu 'Pengkloningan' Imbas Wajah Jokowi Beda, Ikrar Nusa Bhakti: Dia Tak Berani Hadap Kamera
-
Hari Ini Jokowi Ultah ke-64, Poster Ucapan Selamat Ini Bikin Publik Syok: Innalillahi
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak