Suara.com - Pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda pada awal Juni rupanya masih menjadi topik pembicaraan di tengah warga Jawa Barat.
Sejumlah warganet di jagat maya terlihat mendukung keduanya untuk menjalin hubungan dan tak sedikit yang mencoba untuk menjodohkan Dedi Mulyadi dengan Sherly Tjoanda. Namun, warganet lainnya rupanya menolak perjodohan tersebut.
Rumor kedekatan keduanya rupanya menyita perhatian salah satu warga Jawa Barat yang menangis saat bertemu Dedi Mulyadi.
Dalam video singkat yang dibagikan ulang oleh akun TikTok @kamanunggalan6 dan diambil dari potongan video di kanal YouTube Dedi Mulyadi, terekam momen saat mantan Bupati Purwakarta itu bertemu dengan seorang ibu-ibu dalam kunjungannya.
Ibu-ibu tersebut terlihat menangis tersedu-sedu dan memeluk Dedi Mulyadi di dalam potongan rekaman tersebut. Ia tampak memeluk erat Dedi Mulyadi dan menyebut nama Sherly Tjoanda.
"Sekarang bapak mah sama Bu Sherly katanya," ucap ibu-ibu tersebut sembari terus menangis.
Kemungkinan membaca pemberitaan dari media, ibu tersebut menyinggung kedekatan Dedi Mulyadi dengan Sherly Tjoanda. Rupanya, sang ibu tak ingin jika Dedi Mulyadi menjalin hubungan romansa dengan Sherly Tjoanda.
Mendengar tangisan warganya dan menyebut nama Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi tampak bingung. Namun, Dedi Mulyadi langsung buru-buru memberikan klarifikasi bahwa kedekatan mereka hanyalah kabar burung.
"Nggak, gosip itu mah. Bu Sherly mah gosip," ucap Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Dear Pendukung Dedi Mulyadi, KDM Minta Jangan Ribut Hadapi Haters
Tetapi, ibu-ibu tersebut terus menangis dan memeluk Dedi Mulyadi sembari skeptis bahwa kabar tersebut hanyalah isapan jempol belaka.
Dedi Mulyadi terdengar panik dan menegaskan kembali bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Sherly Tjoanda.
"Gosip," tegas Dedi Mulyadi sambil melambaikan tangannya.
Interaksi tersebut pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Tak sedikit warganet yang merasa gemas dengan tingkah ibu-ibu tersebut.
Sebagaimana diketahui, hal yang membuat publik menjodohkan keduanya karena suasana akrab yang terjalin. Bahkan di sela obrolannya, sesekali Dedi Mulyadi melemparkan gombalan yang membuat Sherly Tjoanda tersipu.
Tak hanya menggombal, Dedi Mulyadi juga cukup sering melontarkan pujian pada Sherly Tjoanda. Mulai dari menyebut wajahnya yang awet muda sampai memuji soal kulit putih yang dimiliki Sherly Tjoanda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru