Suara.com - Kepolisian Resor Bogor membongkar sejumlah fakta mengejutkan di balik penggerebekan sebuah pesta privat yang diduga diikuti oleh puluhan pria penyuka sesama jenis di sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor.
Acara yang dirancang secara tertutup ini ternyata memiliki jaringan organisasi yang rapi, menggunakan media sosial sebagai sarana utama, dan memberlakukan tiket masuk berbayar bagi para pesertanya.
Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu malam tersebut berhasil mengamankan puluhan pria yang datang dari berbagai kota di sekitar Jabodetabek.
Menurut polisi, acara ini bukanlah sebuah pertemuan spontan, melainkan sebuah event yang telah direncanakan secara matang oleh beberapa orang penyelenggara dengan memanfaatkan celah komunitas di dunia maya.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Dharma Adi, dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (26/6/2025), menjelaskan bahwa para penyelenggara membuat sebuah grup tertutup di salah satu platform media sosial untuk merekrut peserta. Undangan disebar secara terbatas dari mulut ke mulut di dalam komunitas untuk menjaga kerahasiaan.
"Modus operandinya cukup terstruktur. Mereka membuat grup khusus dan hanya anggota yang sudah terverifikasi yang bisa masuk. Di dalam grup itulah informasi mengenai lokasi, waktu, dan biaya acara disebarkan," ujar AKP Dharma.
Salah satu fakta yang paling disorot adalah adanya pungutan biaya bagi setiap peserta. Para penyelenggara menetapkan tarif yang harus dibayar jika seseorang ingin bergabung dalam pesta tersebut.
"Setiap peserta yang ingin bergabung diwajibkan membayar tiket seharga Rp200.000 per orang. Uang ini, menurut pengakuan tersangka, digunakan untuk menyewa vila selama dua hari satu malam, serta untuk membeli konsumsi dan keperluan lainnya selama acara berlangsung," ungkap Dharma.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi tidak hanya mengamankan para peserta, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya kegiatan yang melanggar hukum.
Baca Juga: Anggota DPR Minta Polisi Ungkap Penyelenggara Pesta Gay di Puncak
"Saat tim kami melakukan penggerebekan pada Sabtu malam, kami menemukan 56 pria berada di lokasi. Dari lokasi, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti puluhan alat kontrasepsi, pelumas, beberapa botol minuman keras, serta ponsel milik para penyelenggara yang berisi bukti transaksi dan percakapan di grup undangan," tambahnya.
Lebih lanjut, Dharma menegaskan bahwa fokus penyelidikan kepolisian adalah pada para penyelenggara acara, bukan pada seluruh peserta. Dari hasil pemeriksaan intensif, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka utama yang berperan sebagai otak dan pelaksana acara. Sementara puluhan peserta lainnya hanya dikenakan wajib lapor dan dipulangkan setelah didata.
Para tersangka kini dihadapkan pada ancaman pidana yang serius. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis, salah satunya adalah Undang-Undang tentang Pornografi.
"Para tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, khususnya pasal yang mengatur tentang penyediaan atau penyelenggaraan jasa pornografi di muka umum atau di ruang publik. Ancamannya tidak main-main, bisa mencapai 12 tahun penjara," tegas Dharma.
Berita Terkait
-
Anggota DPR Minta Polisi Ungkap Penyelenggara Pesta Gay di Puncak
-
Wali Kota Bogor Usul Kuliner Bogor Tampil hingga ke Wilayah Pesisir Jakarta
-
75 Pria Jakarta-Bekasi Terciduk Pesta Seks Sesama Jenis di Puncak Bogor, Polisi Sita Alat Bantu Seks
-
Wakil Wali Kota Bogor Hukum ASN dengan Push-Up Massal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Tol Bogor-Serpong Lewat Parung Segera Dibangun, Ini Daftar 14 Desa yang Dilewati
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara