Menjadi Penjaga Rinjani dan Pahlawan Tak Bernama
Kini, Agam tinggal di Lombok dan dikenal sebagai guide profesional di Gunung Rinjani.
Ia juga mendirikan Etno Shop Adventure, usaha travel yang menyediakan open trip dan private trip ke gunung maupun pantai.
Namun yang membuat namanya dikenal luas bukanlah bisnis, melainkan keberanian.
Agam memimpin tim evakuasi untuk membawa turun jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang jatuh ke jurang sedalam 590 meter.
Aksi ini bukan perkara mudah. Kabut tebal, medan terjal, dan malam yang mencekam memaksa Agam dan tim menginap di tepi jurang bersama jenazah Juliana.
“Kami menginap di pinggir tebing yang curam 590 meter bersama Juliana satu malam. Kami pasang anchor supaya tidak ikut meluncur 300 meter lagi,” tulis Agam di akun Instagram-nya, @agam\_rinjani.
Video Evakuasi Viral, Dunia Beri Penghormatan
Aksi heroik Agam terekam dalam video yang kemudian viral. Di sana, terlihat ia menuruni tebing dengan seutas tali panjang, menarik tubuh Juliana dari dasar jurang.
Baca Juga: 'Juliana Dibiarkan Mati': Keluarga Tuntut Keadilan, Kuak Borok Sistem Penyelamatan Rinjani?
Saat ia dan jasad Juliana berhasil mencapai puncak, dunia menyambutnya dengan decak kagum.
Media Brasil turut menyoroti kisah ini. Warganet Brasil memenuhi kolom komentar Instagram Agam dengan ucapan terima kasih dan penghormatan:
“Terima kasih Agam Rinjani. Keberanian dan kemanusiaanmu adalah cahaya di tengah kegelapan,” tulis akun @faleiofficial.
“Dia pahlawan tanpa jubah! Harus diberi medali kehormatan,” kata akun @julia\*\*\*.
Ratusan Kali ke Puncak Rinjani
Apa yang dilakukan Agam bukanlah kebetulan. Ia adalah pendaki senior dengan pengalaman luar biasa.
Dalam wawancara di kanal YouTube Gakkum Kehutanan, Agam menyebut bahwa ia telah mendaki Gunung Rinjani sebanyak 574 kali, dengan 352 kali ke puncaknya.
Kadang ia naik tiga kali seminggu, bahkan pernah one day trip bolak-balik. Pengalaman ini membuatnya sangat memahami setiap jalur dan risiko pendakian.
Salah satu momen paling membekas baginya adalah ketika harus mengevakuasi pendaki asal Israel yang jatuh 160 meter dari pucuk Rinjani karena selfie.
Penghargaan dan Pengabdian
Pada 2024 lalu, Agam mendapat penghargaan atas dedikasinya dalam vertical rescue—penyelamatan vertikal bagi korban pendakian.
Di unggahan Instagram-nya, terlihat piagam yang diberikan atas nama Abdul Haris Agam, sebagai bentuk apresiasi atas kerja kemanusiaan yang luar biasa.
Namun lebih dari sekadar penghargaan, Agam mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap keamanan saat mendaki.
“Perhatikan savety (keamanan). Karena relawan seperti kami juga punya keterbatasan,” tegasnya.
Dari Jurang Sampah ke Tebing Rinjani
Kisah Agam adalah cerita tentang harapan, pendidikan, dan ketekunan. Dari anak pemulung yang tumbuh di TPA, ia menjelma jadi penjaga gunung, pemandu profesional, dan pahlawan yang dikenang dunia.
Bukan karena dia punya segalanya, tapi karena dia tidak menyerah. Tidak pada keadaan, tidak pada keterbatasan.
Agam Rinjani mengingatkan kita, bahwa keberanian tak selalu lahir dari seragam atau pangkat.
Kadang, ia datang dari seseorang yang rela tidur di pinggir tebing, menggenggam jenazah seorang asing, demi satu hal. Kemanusiaan.
Sosok yang Patut Diteladani
Kisah Agam Rinjani bukan sekadar viral. Ia adalah panggilan bagi kita semua untuk lebih manusiawi, lebih peduli, dan lebih berani.
Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk, masih ada orang yang memilih memberi tanpa pamrih.
Agam membuktikan, dari tempat paling gelap pun, seseorang bisa tumbuh jadi cahaya. Dan dari dasar jurang sekalipun, kemanusiaan bisa terangkat tinggi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci