Suara.com - Ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar terus menyoroti kejanggalan dalam kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.
Sebelumnya, Rismon Sianipar bersama sejumlah tokoh lainnya seperti Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa menyebut ada banyak keanehan pada ijazah Sarjana Kehutanan Jokowi yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketiganya pun sempat datang langsung ke universitas tersebut untuk meminta keterangan dari pihak rektorat.
Baru-baru ini, Rismon Sianipar menyorot soal akta kelahiran milik Jokowi yang diperolehnya dari salah satu media online. Rismon Sianipar mempertanyakan mengapa Jokowi baru memiliki akta kelahiran pada tahun 1988, sedangkan sebagaimana yang diketahui bahwa Joko Widodo lahir pada 21 Juni 1961.
"Apakah lazim seorang Jokowi (lahir 1961) yang telah berusia 27 tahun baru memiliki akta lahir pada tahun 1988?" cuit Rismon Sianipar melalui akun X @SianiparRismon.
Menurut Rismon Sianipar, hal tersebut patut dicurigai karena jarak umur Jokowi lahir dengan dikeluarkan akta kelahiran cukup jauh.
Rismon Sianipar terlihat mengunggah gambar akta kelahiran milik Jokowi yang dikeluarkan di Surakarta, Jawa Tengah.
"...bahwa di Surakarta pada tanggal dua puluh satu bulan Juni tahun seribu sembilan ratus enam puluh satu telah lahir Joko Widodo," bunyi keterangan pada akta kelahiran tersebut.
Namun, secara jelas terlihat bahwa nomor pencatatan akta kelahiran Jokowi tertera tahun 1988.
Saat ditelusuri melalui situs Dukcapil, akta kelahiran adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Jika mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, akta kehaliran harus dibuat selambat-lambatnya 60 hari sejak kelahiran anak. Jika lebih dari batas waktu yang ditentukan, maka akta kelahiran termasuk terlambat dan harus membayar denda.
Baca Juga: Intip Gaya Jokowi Liburan Bareng Cucu: Dari Jaket Levi's hingga Kondisi Kulit yang Sempat Alergi
Namun, dalam praktiknya, ketentuan denda keterlambatan pelaporan kelahiran dan pembuatan akta kelahiran ini secara khusus tertuang dalam peraturan daerah masing-masing.
Walau begitu, ada banyak faktor mengapa pembuatan akta kelahiran baru dilakukan setelah dewasa, terlebih kasus ini tampaknya lebih umum dilakukan oleh orang tua zaman dulu. Beberapa alasan utamanya adalah keterlambatan laporan kelahiran, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya informasi, kendala administrasi di masa lalu, hingga kelalaian orang tua.
Ada kemungkinan bahwa beberapa daerah memiliki birokrasi yang rumit atau akses informasi yang terbatas sehingga menyebabkan keterlambatan dalam pengurusan akta kelahiran.
Unggahan Rismon Sianipar itu pun sontak menuai beragam tanggapan dari publik. Menariknya, beberapa warganet berpendapat jika keterlambatan mendaftar akta kelahiran bisa saja terjadi, bahkan warganet lainnya menceritakan pengalamannya sendiri yang telat mengurus akta kelahiran.
"Bisa saja, Pak Rismon. Karena orang dulu, banyak yang belum punya akta lahir. Ketika akta lahir itu diperlukan, barulah mereka mengajukan permohonan ke Disdukcapil," tulis akun @mosll******
"Istri saya lahir tahun 1981 (wong ndeso di Kalimatan Tengah), tak punya surat keterangan lahir (terbitan bidan), apalagi akta kelahiran (terbitan Dukcapil berdasar surat keterangan lahir terbitan bidan). 'Wong ndeso' di Kalimantan bikin akta kelahirna untuk anak-anaknya baru mulai tahun 2000," komentar @budi_****
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen