Suara.com - Status cegah ke luar negeri resmi menjerat mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, selama enam bulan ke depan. Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan kembali memanggilnya untuk mengurai benang kusut di balik skandal pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun yang diduga sarat "pemufakatan jahat".
Lalu, kapan Nadiem akan kembali diperiksa? Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, masih menyimpan rapat tanggal pastinya.
“Nanti akan kami sampaikan jika penyidik sudah memutuskan untuk melakukan pemanggilan,” kata Harli di kawasan Jakarta Selatan, Senin (30/6/2025).
“Kami belum terinformasi apakah sudah ada rencana pemanggilan dalam waktu dekat," tambahnya.
Pencekalan ini, menurut Harli, adalah prosedur standar untuk memastikan Nadiem selalu tersedia saat keterangannya dibutuhkan.
“Saya kira itu hal yang biasa dalam proses penyidikan bahwa baik status terhadap saksi maupun yang lainnya itu boleh saja dilakukan proses pencegahan,” tandasnya.
Misteri utama yang tengah dibidik penyidik adalah sebuah rapat krusial pada 6 Mei 2020. Rapat inilah yang diduga menjadi momen kunci diubahnya spesifikasi laptop, dari yang awalnya direkomendasikan berbasis Windows menjadi Chromebook—sebuah produk yang dalam uji coba internal Kemendikbudristek setahun sebelumnya sudah dicap "tidak efektif".
Dalam pemeriksaan maraton 12 jam sebelumnya, Nadiem dicecar 31 pertanyaan pokok yang berpusat pada rapat janggal tersebut.
“Lalu pada akhirnya dirubah di bulan, kalau saya ngga salah di bulan Juni atau Juli. Nah tetapi sebelum itu ada rapat tanggal 6 Mei 2020 dan oleh penyidik ini yang akan didalami. Nah tentu ada kaitannya juga dengan bagaimana peran dari para stafsus,” ungkap Harli.
Baca Juga: Dialami Nadiem Makarim, Apa Saja yang Tak Boleh Dilakukan Seseorang Bila Dicegah ke Luar Negeri?
Penyidik kini berusaha mengkonfirmasi temuan dari barang bukti elektronik yang disita dari tiga staf khusus Nadiem dengan keterangan yang diberikan sang mantan menteri. “Oleh karenanya, bagaimana pengetahuan yang bersangkutan dalam kapasitasnya sebagai Menteri terkait dengan penggunaan anggaran Rp9,9 triliun ini dalam proyek pengadaan Chromebook ini,” jelas Harli.
Setelah diperiksa hingga larut malam, Nadiem sempat memberikan pernyataan singkat yang menunjukkan sikap kooperatif.
“Saya baru saja menyelesaikan tugas sebagai warga negara Indonesia yang patuh pada proses hukum,” kata Nadiem, di Gedung Bundar Kejagung, Senin (23/6/2025). “Saya akan terus bersikap kooperatif untuk membantu menjernihkan persoalan ini.”
Namun, usai memberikan pernyataan itu, Nadiem langsung "ambil langkah seribu", bergegas masuk ke dalam mobil dan menghindari rentetan pertanyaan wartawan yang menunggunya.
Tag
Berita Terkait
-
Kejagung Cegah Nadiem Makarim Ke Luar Negeri Guna Memperlancar Proses Penyidikan
-
Dialami Nadiem Makarim, Apa Saja yang Tak Boleh Dilakukan Seseorang Bila Dicegah ke Luar Negeri?
-
Dari Safe Deposit hingga SPBU, Ini Deretan Aset Fantastis Tersangka Korupsi Pertamina
-
Nadiem Makarim Dicekal ke Luar Negeri, Kejagung Ungkap Alasannya...
-
Nadiem Makarim Resmi Dicekal! Terseret Skandal Laptop Rp 9,9 T, Kejagung Ungkap Konspirasi Jahat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!
-
Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus
-
BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT