Menurut Bernando J. Sujibto, pengajar sosiologi di UIN Sunan Kalijaga, masyarakat perlu mampu membedakan mana tindakan personal dan mana yang bisa dijadikan identitas etnis. Sayangnya, masyarakat kita justru kerap menyimpulkan kasus individual sebagai gambaran kolektif.
“Jika satu orang Madura mencuri besi, maka yang dicap adalah orang Madura secara keseluruhan. Ini keliru dan berbahaya,” ujarnya.
Bernando juga menyoroti peran media sosial dalam memperkuat stereotip ini. Konten-konten yang menyinggung orang Madura dan besi, meski dibungkus humor dan satire, mengumpulkan ratusan ribu views. Bahkan seorang komedian asal Madura turut membuat konten tentang itu.
Sayangnya, apa yang awalnya niatnya bercanda, justru memperkuat pandangan publik yang salah.
Lalu, mengapa banyak warga Madura menekuni pekerjaan sebagai pengepul atau pedagang besi tua?
Jawabannya berkaitan erat dengan struktur geografi dan ekonomi Madura. Dalam buku Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940 karya Kuntowijoyo, tanah Madura didominasi batuan kapur dan miskin unsur vulkanis yang membuat pertanian tidak produktif. Cuaca pun ekstrem, dengan musim kemarau panjang dan curah hujan rendah.
Ketidaksuburan lahan menyebabkan banyak warga Madura beralih ke sektor informal dan perantauan. Mereka mencari nafkah sebagai tukang cukur, pedagang sate, penjual keliling, hingga pengumpul besi tua. Berdagang rongsokan menjadi solusi logis dalam keterbatasan pilihan kerja.
Mohammad Fakkar, salah satu pengepul besi tua di Pamekasan, menuturkan bahwa ia memilih bisnis besi karena mudah didapat dan cepat dijual. Besi tua bisa diperoleh dari rumah warga, bengkel, atau proyek konstruksi yang sudah usang.
“Kami bawa saja motor rusak atau potongan besi dari gudang. Bagi pemiliknya, itu barang tak berguna. Tapi bagi kami, bisa jadi penghidupan,” ujarnya.
Stereotip besi dan Madura, jika terus dibiarkan, bisa berdampak sistemik. Bernando mengingatkan bahwa prasangka bisa berkembang menjadi diskriminasi sosial dan politik.
Baca Juga: Persija Boyong 4 Pemain Asing dari Negara Elite Sepak Bola, Siapa Saja?
Komunitas tertentu berpotensi tidak mendapatkan pelayanan adil, akses pekerjaan, atau bahkan perlakuan hukum yang setara.
Hingga kini, belum tampak indikasi nyata eksklusi terhadap warga Madura akibat label ini. Namun risiko itu tetap terbuka.
“Stigma berdasarkan identitas kelompok adalah preseden buruk bagi masyarakat multikultural seperti Indonesia,” kata Bernando.
Bernando juga mengkritik minimnya peran pemerintah dalam meredam stereotip. Kurangnya ruang pertemuan lintas etnis, baik dalam pendidikan maupun ruang publik, membuat masyarakat mudah saling curiga dan sulit membangun empati.
Pada akhirnya, besi tua bukan sekadar soal logam bekas, tapi simbol dari perjuangan hidup dalam ketimpangan. Masyarakat Madura tidak sedang mencuri, tapi berusaha bertahan dalam keadaan yang sulit.
Dalam budaya Madura dikenal pepatah abantal omba’, asapo’ angin, berbantal ombak, berselimut angin, yang bermakna, kerja keras adalah kehormatan. Maka, sudah saatnya publik melepaskan stereotip usang, dan mulai memandang besi tua sebagai jalan hidup, bukan kejahatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Khofifah Lepas 4.015 Pelari MANTRA116 2026, Perkuat Posisi Jatim sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet
-
Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius
-
Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?
-
Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam
-
Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang
-
Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba