Suara.com - Sebuah video viral di TikTok dengan narasi bahwa Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong telah bebas tanpa syarat terbukti menyesatkan.
Faktanya, Tom Lembong masih berstatus sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi importasi gula di Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2015–2016, dan bahkan telah dituntut 7 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung.
Video yang diunggah akun adhis_pro pada Selasa (1/7/2025) memperlihatkan Tom Lembong didampingi istrinya dengan narasi:
"Alhamdulillah Tom Lembong bebas tanpa syarat dan dinyatakan bersih dari tuduhan apapun."
Hingga kini, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 400 ribu kali, disukai lebih dari 27 ribu, disimpan 1.600 kali, dan mengundang 5 ribu komentar.
Namun, mengutip pemeriksaan TurnBackHoax, sebenarnya video tersebut merupakan potongan dari momen saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/3), bukan saat pembebasan.
Masih Terdakwa, Dituntut 7 Tahun Penjara
Dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Jumat (4/7/2025), Tom Lembong resmi dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp750 juta subsidair 6 bulan kurungan oleh jaksa.
Ia dinilai terbukti bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi, termasuk dengan mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI (Persero), Charles Sitorus.
Jaksa menilai Tom Lembong melanggar:
Baca Juga: Skandal CSR Bank Indonesia: Siapa Dalang di Balik Dugaan Korupsi yang Menjerat DPR?
- Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No. 20 Tahun 2001
- jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam dakwaan, disebutkan Tom telah menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp578,1 miliar, salah satunya karena menerbitkan izin impor gula tanpa rapat koordinasi antarkementerian dan tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.
Tom Lembong: Tuntutan Abaikan Fakta Sidang
Tom Lembong, Menteri Perdagangan periode 2015–2016, mengaku kecewa atas tuntutan tersebut.
Ia menyebut tuntutan jaksa sepenuhnya mengabaikan fakta-fakta persidangan, termasuk keterangan dari saksi dan ahli dalam lebih dari 20 kali sidang.
“Saya terheran-heran dan kecewa karena tuntutan yang dibacakan sepenuhnya mengabaikan 100 persen dari fakta-fakta persidangan,” ujarnya kepada pers usai sidang tuntutan.
Tom juga menilai jaksa hanya menyalin isi dakwaan ke dalam surat tuntutan tanpa penyesuaian terhadap hasil persidangan.
“Apakah ini dunia khayalan, dunia imajinasi, atau apakah ini Kejaksaan Agung Republik Indonesia?” ucapnya dengan nada heran.
Berita Terkait
-
Skandal CSR Bank Indonesia: Siapa Dalang di Balik Dugaan Korupsi yang Menjerat DPR?
-
Eks Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan Tuntutan 7 Tahun Penjara Tom Lembong, Apa?
-
Mengulik Gaya Hidup Tom Lembong yang Unik, Paling Beda Dibanding Pejabat Lain
-
Bagaimana Cara Top Up Diamond Mobile Legends? Viral Sekdes Cipaku Beli Pakai Uang Korupsi
-
CEK FAKTA: Benarkah Baim Wong Larang Paula Verhoeven Temui Anak-Anak?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK