Universitas seperti Wageningen University & Research dan Utrecht University juga disebut-sebut memiliki persyaratan serupa yang sempat menjadi kendala bagi beberapa calon mahasiswa Indonesia.
Isu ini juga pernah dilaporkan terjadi di beberapa universitas di Swedia beberapa tahun lalu, yang menyoroti perbedaan standar biaya hidup dan persyaratan imigrasi yang berbeda-beda di setiap negara.
Realita Mahasiswa Indonesia di Kancah Global
Di tengah isu administratif ini, penting untuk melihat gambaran yang lebih besar.
Antusiasme pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di luar negeri terus meningkat. Hingga data terakhir pada awal 2025, tercatat puluhan ribu mahasiswa aktif Indonesia tersebar di berbagai universitas top dunia.
Menurut data UNESCO Institute for Statistics dan laporan LPDP, lebih dari 65.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
Negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Jerman masih menjadi destinasi favorit.
Bahkan, di universitas-universitas yang kini memperketat syarat administrasi sekalipun, sudah ada ratusan alumni dan mahasiswa aktif asal Indonesia yang berhasil menempuh studi dengan dukungan LPDP.
Hal ini menunjukkan bahwa kendala yang ada bersifat kasuistis dan dapat diatasi, bukan sebuah penolakan sistemik terhadap kualitas pelajar maupun beasiswa dari Indonesia.
Baca Juga: Kampus YAI Terancam Digusur, Mahasiswa Tunggu Tindak Lanjut DPR
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara