Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Sejumlah calon mahasiswa peraih beasiswa bergengsi dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dilaporkan mendapat penolakan dari beberapa universitas ternama di luar negeri, salah satunya adalah University of Amsterdam (UvA) di Belanda.
Isu ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pemburu beasiswa, memicu pertanyaan besar,, apa yang sebenarnya terjadi?
Polemik ini pertama kali mencuat ketika beberapa awardee LPDP tujuan Belanda mengungkapkan bahwa surat jaminan pendanaan atau Letter of Guarantee (LoG) dari LPDP tidak diterima oleh pihak universitas.
Alasannya, format dan detail yang tertera dalam surat tersebut dianggap tidak memenuhi syarat bukti keuangan (proof of financial sufficiency) yang ditetapkan oleh universitas dan layanan imigrasi setempat.
Universitas seperti University of Amsterdam menuntut bukti bahwa mahasiswa internasional memiliki dana yang cukup untuk menanggung seluruh biaya hidup selama satu tahun studi, yang harus tersedia di rekening bank.
Sementara itu, model pendanaan LPDP menyalurkan biaya hidup secara berkala (per tiga bulan), bukan dalam satu dana besar di awal. Ketidaksesuaian inilah yang menjadi pangkal masalah utama, bukan karena beasiswa LPDP dianggap tidak kredibel.
Penjelasan Resmi dan Bantahan dari Pihak LPDP
Menanggapi keresahan publik, pihak LPDP pun angkat bicara. Direktur Utama LPDP, Dwi Larso, secara tegas menyatakan bahwa masalah ini murni bersifat administratif dan komunikasi, bukan karena nilai beasiswa yang tidak mencukupi.
LPDP mengklaim tengah proaktif menjalin komunikasi intensif dengan universitas-universitas terkait untuk menyelaraskan format surat jaminan mereka.
Baca Juga: Kampus YAI Terancam Digusur, Mahasiswa Tunggu Tindak Lanjut DPR
Dalam sebuah pernyataan, Dwi Larso menegaskan bahwa tidak ada masalah fundamental dengan beasiswa LPDP itu sendiri. Ia mengklarifikasi situasi yang terjadi dan langkah yang tengah ditempuh.
"Memang ada beberapa kasus di Belanda dan satu-dua di negara lain, tapi ini lebih ke masalah teknis administrasi saja. Kami sedang menyesuaikan format LoG agar sesuai dengan permintaan spesifik beberapa universitas tersebut," kata Dwi Larso dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa LPDP berkomitmen penuh untuk memastikan setiap awardee dapat memulai studinya tanpa hambatan. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran mengenai apakah beasiswa LPDP "bermasalah".
"LPDP menjamin 100 persen semua awardee yang sudah kami nyatakan lulus akan berangkat. Ini komitmen negara. Isu yang ada sekarang murni soal teknis penyajian informasi pada surat jaminan yang sedang kami selesaikan segera," tegas Dwi Larso.
Bukan Hanya Amsterdam, Universitas Mana Lagi?
Masalah serupa ternyata tidak hanya terjadi di University of Amsterdam. Berdasarkan laporan dan diskusi di kalangan komunitas awardee LPDP, beberapa universitas lain di Eropa, khususnya Belanda, juga menerapkan kebijakan pembuktian finansial yang ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi