Suara.com - Arya Daru Penguyunan (39) diplomat Kemenlu RI ditemukan tewas di dalam kamar indekos eksklusif Gondia International Guest House, di jantung ibu kota, Menteng, pada Selasa (8/7/2025), bukan sekadar berita kriminal biasa.
Peristiwa ini diselimuti serangkaian fakta ganjil dan kontradiktif yang kini menjadi teka-teki besar bagi aparat kepolisian dan publik.
Dari metode yang brutal hingga temuan awal yang membingungkan, kasus ini meninggalkan jejak-jejak misterius.
Berikut adalah 5 fakta janggal yang menyelimuti kematian tragis diplomat yang dikenal berdedikasi tinggi ini.
1. Profesi Krusial Korban: Pelindung WNI di Luar Negeri
Korban, Arya Daru Pangayunan, bukanlah ASN biasa. Ia adalah seorang diplomat ahli muda yang bertugas di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemlu.
Ini adalah salah satu pos paling sensitif dan penuh tekanan, menangani kasus-kasus WNI yang berhadapan dengan masalah hukum, ancaman, hingga konflik di negara lain.
Dedikasinya diakui langsung oleh atasannya.
"Beliau adalah diplomat muda yang selama ini berdedikasi dalam isu-isu perlindungan WNI. Kami sangat berduka atas kepergian almarhum," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha.
Baca Juga: Diplomat Kemenlu Tewas Misterius, Kepala Terbungkus Isolasi, Dirampok atau Dibunuh?
Profesi ini secara otomatis membuka spekulasi liar mengenai kemungkinan adanya kaitan antara kasus yang pernah ditanganinya dengan peristiwa nahas yang menimpanya.
2. Metode Eksekusi Brutal: Kepala Dilakban Rapat
Cara korban ditemukan tewas sangatlah mengenaskan dan tidak biasa.
Menurut keterangan kerabat korban, Iyarman Waruwu, dan dikonfirmasi oleh polisi, kepala Arya ditemukan terbungkus rapat oleh lakban.
“Korban ditemukan dengan posisi di atas tempat tidur dengan kondisi kepala tertutup lakban warna kuning. Korban tertutup selimut warna biru dongker,” ucap Iyarman.
Metode pembunuhan seperti ini sangat jarang terjadi dalam kasus kriminal umum dan seringkali diasosiasikan dengan tindakan yang terencana rapi untuk membungkam atau mengirim pesan mengerikan.
Ini bukan perbuatan amatir, melainkan aksi yang diperhitungkan dengan matang.
3. Lokasi 'Aman' yang Berhasil Ditembus
Ironisnya, kejahatan brutal ini terjadi di Gondia International Guest House, sebuah indekos eksklusif di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng.
Lokasi ini dikenal sebagai hunian para profesional dan bahkan diplomat asing karena letaknya yang strategis dan, yang terpenting, sistem keamanannya yang dianggap ketat.
Fakta bahwa pelaku bisa masuk, melakukan aksinya, dan diduga pergi tanpa meninggalkan jejak yang jelas telah meruntuhkan reputasi keamanan tempat tersebut.
Bagaimana benteng yang dianggap aman ini bisa dengan mudah ditembus?
4. Temuan Polisi yang Kontradiktif: Tanpa Tanda Kekerasan
Inilah kejanggalan terbesar yang membuat penyidik memutar otak.
Meskipun metode kematiannya sangat sadis—kepala terbungkus lakban hingga diduga kehabisan napas—hasil olah TKP dan visum awal justru tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Pihak kepolisian juga menyatakan tidak ada barang milik korban yang hilang, yang secara efektif mencoret motif perampokan.
Pertanyaan besarnya: bagaimana mungkin seseorang bisa dilakban kepalanya tanpa melakukan perlawanan yang meninggalkan bekas luka, memar, atau tanda kekerasan lainnya?
Apakah korban dilumpuhkan lebih dulu? Misteri ini menjadi kunci utama yang harus dipecahkan oleh tim penyidik.
5. Kronologi Penemuan dan Pintu Terkunci
Jasad ADP ditemukan pertama kali oleh penjaga indekos pada pukul 08.30 WIB setelah istri korban tak bisa menghubunginya sejak malam sebelumnya.
Kepanikan sang istri yang mendorong pengecekan ke kamar tersebut. Saat didatangi, pintu kamar ditemukan dalam keadaan terkunci, yang biasanya mengindikasikan tidak ada orang lain yang masuk atau keluar.
Penjaga indekos terpaksa membuka paksa pintu tersebut, dan barulah pemandangan mengerikan itu terungkap.
Fakta ini menambah kerumitan, menimbulkan pertanyaan bagaimana pelaku bisa keluar dari kamar yang terkunci dari dalam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan