Setelah mencapai titik aman di jalur kedua, Juliana Marins meminta untuk istirahat sejenak. Ali Musthofa, sebagai pemandu yang berada paling di belakang untuk menjaga rombingannya pun mengizinkan.
Namun, saat itu kata Ali Musthofa, ia memutuskan mengecek kondisi lima pendaki lainnya yang sudah jauh di depan. Sebab, berjarak 5 menit dari tempat Juliana Marins istirahat, memang ada tempat yang lebih layak.
“Saya bilang ke Juliana, ‘You can wait here, I just wanna catch them... I’m gonna wait you there’,” kata Ali Musthofa.
Setelah 30 menit menunggu di tempat beristirahat tersebut, Juliana Marins tak kunjung menyusul. Ali Musthofa pun kembali ke lokasi istirahat sebelumnya pada pukul 5.30 pagi, namun tamunya itu sudah tidak ada.
Yang tersisa hanyalah satu trekking pole berjarak tiga meter yang sudah jatuh dan cahaya senter yang terlihat sekitar 150 meter di bawah.
Panik dan Tanggung Jawab: Ali Musthofa Turun Tebing Demi Juliana
Mengetahui Juliana Marins jatuh, Ali Musthofa segera mengambil tasnya dan mencari sinyal untuk menghubungi pihak operator.
Ia mencoba berkomunikasi dengan Juliana Marins dari atas jurang, dan sempat mendengar teriakan "Help me."
Ali Musthofa pun tak pernah meninggalkan Juliana Marins di tempat terakhir mereka berpisah, bahkan terus memberikan semangat untuk tamunya tersebut agar tetap menunggu penyelamatan dan tidak bergerak ke mana pun agar tidak semakin terperosok.
Baca Juga: Profil Ali Musthofa Pemandu Juliana Marins, Pertama Kali Mendaki Rinjani Kelas 5 SD
Tali penyelamat baru tiba dari Sembalun sekitar pukul 2 siang. Ali Musthofa menjadi orang pertama yang turun, namun tak berhasil menjangkau Juliana Marins karena posisinya yang sangat dalam dan medan berbahaya.
Selama turun, Ali Musthofa terus berteriak berharap Juliana Marins dapat merespon. Namun saat itu tak terdengar suara apapun dari wanita tersebut hingga dirinya berpikir bahwa Juliana Marins pingsan atau bahkan meninggal dunia.
Meski tidak memiliki pengalaman turun tebing, Ali Musthofa juga memberanikan diri untuk melakukan penyelamatan.
“Saya gak pernah turun tebing. Naik pohon saja saya gak berani. Tapi karena ini tamu saya, saya harus kasih yang terbaik,” kata dia.
Harapan dan Ketegangan: Juliana Marins Masih Hidup
Saat kabut mulai menipis menjelang sore, Juliana Marins, kata Ali Musthofa ternyata terlihat masih hidup karena sempat bergerak. Namun posisinya makin bergeser ke bawah karena diduga ia berusaha naik sendiri di medan pasir yang rapuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua