Suara.com - Pernyataan mengejutkan datang dari pengamat politik kondang, Rocky Gerung, mengenai ambisi politik Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam sebuah podcast Panji Pragiwaksono di YouTube, Rocky Gerung mengungkap sebuah fakta menarik: Gibran secara pribadi pernah mengaku kepadanya bahwa ia sejatinya tidak memiliki minat untuk terjun ke dunia politik dan lebih memilih fokus pada jalur bisnis.
Pengungkapan ini memicu perdebatan sengit di kalangan publik, terutama mengingat perjalanan politik Gibran yang terbilang cepat, dari seorang pengusaha muda menjadi Wali Kota Solo, hingga kini menduduki kursi Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Pernyataan Rocky Gerung ini seolah membuka tabir di balik layar panggung politik Indonesia yang seringkali penuh misteri.
Gibran Pernah Mengaku Tidak Berminat Politik
Dalam sesi wawancara yang intens di podcast Panji Pragiwaksono, Rocky Gerung secara blak-blakan menceritakan momen di mana Gibran menyampaikan aspirasinya.
"Gibran pernah mengaku kepada saya bahwa ia tidak berminat menjadi politisi dan ingin fokus berbisnis," ujar Rocky Gerung dikutip pada Kamis (10/7/2025).
Pernyataan ini tentu saja kontras dengan realitas politik yang terjadi. Gibran, yang kini merupakan Wakil Presiden terpilih, telah menunjukkan kiprah politik yang signifikan dan terkesan mengikuti jejak sang ayah, Presiden Joko Widodo.
Namun, menurut Rocky Gerung, ada dorongan eksternal yang kuat di balik keputusan Gibran untuk terjun ke gelanggang politik.
Baca Juga: Momen Wapres Gibran Puji Titiek Soeharto: Paling Sakti di DPR!
Eksploitasi Anak Demi Ambisi Politik?
Rocky Gerung bahkan menyoroti peran Presiden Joko Widodo dalam perjalanan politik Gibran. Ia berpandangan bahwa Jokowi seolah "mengeksploitasi anaknya untuk kepentingan politik."
Pandangan ini dilontarkan Rocky Gerung seolah mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak, meskipun konteksnya dalam lingkup politik.
Pernyataan ini tentu saja memicu pertanyaan besar mengenai sejauh mana seorang anak dapat menjadi instrumen politik orang tua, terlepas dari keinginan pribadinya.
Lebih lanjut, Rocky Gerung juga mengamati bahwa pergerakan politik Gibran terlihat mandiri, bahkan terkadang di luar keinginan Prabowo Subianto sebagai pasangan politiknya.
"Gibran dianggap berjalan sendiri di luar keinginan Prabowo, contohnya bagi-bagi bantuan dengan label Istana Wakil Presiden dan bagi-bagi skincare," kata Rocky Gerung, memberikan contoh konkret dari observasinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar