Diawal tahun 2013, wanita yang juga berprofesi sebagai model iklan, bintang sinetron dan film ini kembali menekuni profesinya dengan menempuh pendidikan study Profesi Psikologi (Local) di Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta.
Selain sebagai psikolog, ia juga dikenal sebagai seorang hipnoterapis, pengamat mode, dan pembawa acara.
Popularitasnya meroket seiring dengan aktifnya ia di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Di sana, Lita Gading membangun citra sebagai "psikolog selebriti" yang tidak ragu memberikan analisis dan pandangannya terhadap isu-isu viral, terutama yang menyangkut kehidupan para artis.
Dengan penampilan yang glamor dan gaya bicara yang lugas, ia berhasil menarik perhatian audiens yang haus akan perspektif psikologis terhadap drama-drama publik.
Bukan Kontroversi yang Pertama
Kasus dengan Ahmad Dhani bukanlah kali pertama Lita Gading menuai pro dan kontra. Jejak digitalnya dipenuhi dengan berbagai komentar pedas terhadap figur publik lain.
Mulai dari kasus KDRT Lesti Kejora dan Rizky Billar, perseteruan keluarga mendiang Vanessa Angel, hingga gaya hidup Fuji, hampir semua isu panas pernah masuk dalam "radar" analisisnya.
Metodenya ini terbukti efektif dalam mendongkrak popularitasnya, namun sekaligus menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia dianggap berani dan memberikan perspektif baru bagi publik.
Di sisi lain, banyak yang mengkritik gayanya yang dianggap melewati batas etika profesional seorang psikolog, karena memberikan "diagnosis" atau penilaian karakter pada individu yang belum pernah ia tangani secara langsung dalam sesi konseling.
Baca Juga: Al Ghazali Dampingi Ahmad Dhani Laporkan Kasus Bullying Sang Adik di Polda: Demi Keluarga
Sikapnya yang seringkali terlihat menghakimi inilah yang kerap membedakannya dari psikolog lain yang cenderung lebih berhati-hati dalam memberikan komentar publik.
Bagi para pengikutnya, ini adalah sebuah kejujuran yang menyegarkan. Namun bagi pihak yang dikomentari, ini bisa terasa sebagai sebuah serangan personal yang tidak berdasar.
Berita Terkait
-
Al Ghazali Dampingi Ahmad Dhani Laporkan Kasus Bullying Sang Adik di Polda: Demi Keluarga
-
Baru Juga Tiba di Polda Metro Jaya, Ahmad Dhani Berharap Lita Gading Segera Diciduk
-
Kak Seto Kecam Cara Ahmad Dhani Membela Anaknya dengan Menyindir Maia Estianty
-
Ahmad Dhani Berandai Maia Estianty Seperti Ibunya, Yakin Tak Akan Bercerai
-
Lita Gading Balik 'Serang' Ahmad Dhani: Sebaiknya Introspeksi Diri, Jangan Cari Sensasi
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina