"Karena mungkin fasilitas sekolah yang kurang, dan orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Ruang kelas di sini ada 4, tapi 1 rusak parah. Dan yang dipakai itu cuma 3 kelas, itu juga belajar mengajar harus digabung, jadi kelas 1 dan kelas 2 itu belajar di 1 ruang kelas, kelas 3 dan 4, kelas 5 sama kelas 6 digabung, disekat gitu di kelasnya," terang Tati.
Pihak Dinas Pendidikan pun mengakui masalah ini. Sekretaris Dinas, Nono Suparno, menyatakan bahwa kondisi bangunan menjadi faktor utama sepinya peminat dan berjanji akan memberikan perhatian khusus.
"Informasi yang kami terima, orang tua murid inginnya ke sekolah yang banyak siswanya dan bangunannya memadai. Dan atensi Pak Kadis agar minta murid yang sekolah di SD Negeri Karaton 5 meningkat, akan jadi perhatian khusus untuk direhab. Kalau sudah atensi gini, mudah-mudahan tahun 2026 sudah bisa dianggarkan," kata Nono.
Di tengah janji perbaikan yang masih harus menunggu anggaran, Tati hanya bisa berharap agar renovasi bisa segera terwujud untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"Semoga bisa direnovasi, biar bisa menarik minat murid untuk daftar ke sini. Tapi katanya dari dinas kemarin ke sini bilang mau direnovasi," tukasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
3 Gunung di Banten yang Cocok untuk Pendaki Pemula Hingga Berpengalaman
-
Pesona Curug Goong Pandeglang, Surga Tersembunyi untuk Liburan Keluarga di Banten
-
Skandal Memo Titip Siswa DPRD Banten: Mendikdasmen Perintahkan Inspektorat Menginvestigasi
-
5 Kolam Renang di Pandeglang Paling Rekomended, Ini Fasilitas dan Harga Tiket Masuk
-
Perjalanan Asmara Beby Tsabina: Tak Direstui dengan Bio One, Berakhir Jadi Menantu 'Dinasti' Pandeglang
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji
-
Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz