Di ibu kota, ia sempat bekerja sebagai marketing apartemen dan agen properti.
Hidup Misri berubah ketika ia mengenal Kompol I Made Yogi Purusa Utama, seorang perwira polisi di Polda NTB.
Hubungan mereka yang terjalin sejak 2024 lewat media sosial akhirnya berujung pada ajakan liburan ke Gili Trawangan, Lombok Utara.
Menurut pengacara Misri, Yan Mangandar Putra, kliennya diajak Kompol Yogi ke Lombok dengan imbalan Rp10 juta per malam dan semua biaya ditanggung.
“Jadi, Yogi menghubungi Misri lewat Instagram, lalu lanjut ke WhatsApp. Dia membujuk Misri untuk temani liburan,” kata Yan.
Pada 16 Juni 2025, Misri tiba di Pelabuhan Senggigi dan dijemput oleh Brigadir Nurhadi.
Ia kemudian bergabung dengan rombongan Kompol Yogi yang terdiri dari Ipda Haris Chandra dan seorang perempuan lain, Melanie Putri.
Di Vila Tekek, Gili Trawangan, mereka menggelar pesta narkoba dan alkohol. Namun, malam itu berubah menjadi tragedi ketika Brigadir Nurhadi ditemukan tewas di kolam vila.
Polisi menduga Nurhadi menjadi korban pembunuhan setelah mencoba merayu Melanie Putri.
Baca Juga: Dapat 'Petunjuk' Tim Elite Bareskrim, Pasal Pembunuhan Brigadir Nurhadi Terbuka?
“Diduga korban (Nurhadi) mencoba mendekati teman wanita salah satu tersangka. Itu yang memicu cekcok,” ujar Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat.
Kini, Misri ditetapkan sebagai salah satu tersangka bersama Kompol Yogi dan Ipda Haris.
Pengacara Misri bersikeras kliennya tidak terlibat langsung dalam pembunuhan.
“Dia hanya diminta menemani liburan, tidak ada niat untuk terlibat dalam kejadian itu,” kata Yan Mangandar Putra.
Namun, tak sedikit yang menyayangkan nasib Misri. Dari gadis pekerja keras yang mengorbankan masa mudanya untuk keluarga.
Kini ia harus menghadapi ancaman hukuman berat yang bisa menghancurkan masa depannya.
Berita Terkait
-
Dapat 'Petunjuk' Tim Elite Bareskrim, Pasal Pembunuhan Brigadir Nurhadi Terbuka?
-
Perjalanan Tragis Misri Puspita Sari, Dari Selempang Finalis Duta Muslimah ke Baju Tahanan
-
Jejak Misri Puspita: Kebanggaan dan Beprestasi di Jambi, Jadi Tersangka Pembunuhan Polisi di NTB
-
Bareskrim Sampai Turun Gunung ke Polda NTB, Siapa Sebenarnya Pengeksekusi Brigadir Nurhadi?
-
Polisi Dibunuh Polisi: Misteri Kematian Brigadir Nurhadi Usai Cium Cewek Atasan dan Bisikan Arwah
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion