Suara.com - Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menghadapi tantangan berat di wilayah Indonesia timur, khususnya Papua.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membeberkan akar masalah yang membuat penyediaan gizi bagi anak-anak di sana tersendat.
Kesenjangan antara target dan realisasi menjadi sorotan utama.
Berdasarkan perhitungan BGN, Papua idealnya memiliki 412 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur MBG untuk menjangkau seluruh provinsi.
Namun, hingga kini baru 63 unit yang berhasil didirikan.
Menurut Dadan, salah satu penyebab utamanya, yakni minimnya minat mitra swasta untuk bekerja sama di wilayah tersebut.
“Jarang ada mitra mau masuk di Papua. Kemudian kami juga belum berkoordinasi secara intens dengan pemerintah daerah,” kata Dadan saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Selain minimnya mitra, Dadan juga mengakui bahwa konsolidasi dengan pemerintah daerah belum berjalan efektif.
Ia menyebut sinergi yang belum terbangun ini menjadi penghambat utama.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Terhambat di Papua, BGN Ungkap Alasan SPPG Sedikit
"Belum terkonsolidasi secara optimal," kata Dadan kepada Suara.com, Jumat (11/7/2025).
Langkah Percepatan dan Perbedaan Pendekatan
Untuk mengatasi kebuntuan ini, BGN merencanakan langkah taktis dalam waktu dekat.
Dadan menegaskan pihaknya akan segera memanggil seluruh kepala daerah dari Papua, baik gubernur maupun bupati/wali kota, untuk melakukan konsolidasi gabungan.
"Kita akan konsolidasikan dalam dua minggu ini dengan pemda," ujar Dadan.
Pertemuan strategis yang lebih besar juga direncanakan akan digelar di Jakarta pada akhir Juli mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah
-
Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021
-
Soroti Angkot Ngetem Picu Macet, Pramono Anung Bakal Tambah Armada Mikrotrans dan JakLingko
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran