Suara.com - Kasus pembunuhan terhadap anggota Polri, Brigadir Nurhadi, perlahan mulai terungkap. Sejauh ini penyidik telah menentapkan tiga orang tersangka.
Mereka ialah Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Chandra dan seorang perempuan bernama Misri Puspitasari.
Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra merupakan atasan Brigadir Nurhadi di Bidang Propam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara Misri merupakan teman wanita Kompol Yogi.
Nurhadi ditemukan tewas di dalam kolam renang di Villa Tekek, Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, pada 16 April 2025. Diduga Nurhadi mengembuskan napas terakhirnya karena dicekik.
Hingga kini penyidik belum memastikan siapa di antara ketiga tersangka yang mengeksekusi Nurhadi. Sebab para tersangka tidak ada yang mengakui membunuh Nurhadi.
Sejauh ini polisi menduga motif pembunuhan karena Brigadir Nurhadi mencium rekan wanita Ipda Haris Chandra bernama Melanie Putri.
Keberadaan Kompol Yogi, Ipda Chandra, Brigadir Nurhadi, Misri dan Melanie di vila privat itu dalam rangka pesta narkoba.
Kasus ini membuat Kompol Yogi dan Ipda Chandra ditahan. Bagi Kompol Yogi khususnya, perkara ini bisa menghabisi kariernya di kepolisian.
Saat ini saja Kompol Yogi batal mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Kepemimpinan Menengah (Sespimmen) Polri 2025.
Baca Juga: 5 Fakta Mencurigakan Kematian Arya Daru: Dari Lakban di Wajah hingga Kamar Terkunci
Jika nanti dia terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan ini, bukan tidak mungkin akan dijatuhi hukuman pemecatan sebagai anggota Polri.
Jejak Kompol Yogi di Polri
Kompol I Made Yogi Purusa Utama merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2010. Dia memulai kariernya di Polda Jawa Timur.
Setamat menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2017, dia pindah tugas ke Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Yogi menjadi Kanit 1 Subdit 3 Polda NTB. Lalu menjadi Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Kasat Reserse Narkoba Polresta Mataram kemudian menjadi Kasat Reskrim Polresta Mataram. Dia lalu dimutasi menjadi Ps Kasubdit Paminal Bidpropam Polda NTB.
Selama di NTB, Yogi termasuk perwira berprestasi. Dia aktif mengungkap kasus narkoba dan korupsi masker sampai mendapat penghargaan dari Kapolda NTB Irjen M Iqbal.
Berita Terkait
-
5 Fakta Mencurigakan Kematian Arya Daru: Dari Lakban di Wajah hingga Kamar Terkunci
-
Ada Saksi Kunci Mau Buka-bukaan Kasus Brigadir Nurhadi, LPSK Siap Lindungi?
-
4 Kasus Kelam Polisi Bunuh Polisi, Terbaru Liburan Brigadir Nurhadi Berujung Maut
-
Jejak Mentereng Kompol Yogi: Getol Ungkap Korupsi, Kini Jadi Tersangka Pembunuhan Gegara Wanita
-
Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Harta Kekayaan Kompol Yogi Tembus Rp1,1 Miliar
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI