Suara.com - Babak baru dalam pengungkapan misteri kematian Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan, NTB, kini makin terbuka lebar. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara resmi menyatakan siap memberikan perlindungan penuh bagi saksi kunci yang ingin membongkar kasus ini.
Tak hanya itu, LPSK juga membuka peluang bagi saksi pelaku untuk menjadi justice collaborator (JC) demi membuat terang benderang peristiwa yang menewaskan anggota Propam Polda NTB tersebut.
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, secara terbuka mengundang siapa pun yang mengetahui detail kejadian untuk tidak ragu mengajukan permohonan.
“LPSK sebagai lembaga negara yang melindungi saksi dan/atau korban wajib memberi perlindungan terhadap saksi dalam sebuah tindak pidana untuk membuat terang perkara yang sedang terjadi. Kemungkinan menjadi JC terbuka lebar bagi yang ingin membongkar kejadian yang sebenarnya,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Jumat (11/7/2025).
Menurut Sri, LPSK bahkan bisa bertindak proaktif memberikan perlindungan tanpa harus menunggu permohonan, terutama untuk kasus-kasus yang menyita perhatian publik seperti ini.
“Tindakan proaktif dan penangan kasus yang menjadi perhatian publik pada 2024 mencapai 154 kasus, meningkat dari tahun 2023 sebanyak 83 kasus,” paparnya.
Tawaran ini muncul di tengah proses hukum yang telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu dua atasan korban, Kompol Y dan Ipda HC, serta seorang wanita berinisial M.
Ketiganya diduga terlibat dalam peristiwa yang terjadi di sebuah vila di Gili Trawangan pada Rabu (16/4/2025). Berdasarkan hasil autopsi, Brigadir Nurhadi diduga dianiaya saat sedang pingsan di kolam renang.
Sebelum insiden maut itu, para tersangka dan korban disebut sedang berkumpul dalam sebuah pesta kecil di mana korban diduga diberi sesuatu untuk dikonsumsi.
Baca Juga: 4 Kasus Kelam Polisi Bunuh Polisi, Terbaru Liburan Brigadir Nurhadi Berujung Maut
Saat ini, berkas perkara ketiga tersangka telah dilimpahkan oleh Polda NTB ke Kejaksaan Tinggi NTB untuk diperiksa lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
-
4 Kasus Kelam Polisi Bunuh Polisi, Terbaru Liburan Brigadir Nurhadi Berujung Maut
-
Jejak Mentereng Kompol Yogi: Getol Ungkap Korupsi, Kini Jadi Tersangka Pembunuhan Gegara Wanita
-
Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Harta Kekayaan Kompol Yogi Tembus Rp1,1 Miliar
-
Berapa Gaji Kompol I Made Yogi? Booking Misri Puspita Sari Rp10 Juta Semalam
-
Misteri Kasus Diplomat Menlu Tuai Segudang Tanda Tanya, Kasus Sambo Jilid 2 Timpa Brigadir Nurhadi?
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra