Suara.com - Kisah sukses Kompol I Made Yogi Purusa Utama di kepolisian harus berakhir dengan cara paling tragis dan memalukan. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2010 yang dikenal berprestasi ini harus menanggalkan seragamnya setelah dipecat karena menjadi tersangka pembunuhan anak buahnya sendiri, Brigadir Muhammad Nurhadi.
Ironisnya, karier yang dibangun Kompol Yogi dengan susah payah itu hancur seketika hanya karena persoalan perempuan. Emosinya tersulut saat anak buahnya yang berpangkat Bintara dianggap berani merayu teman wanita atasannya di sebuah pesta privat.
Padahal, jejak karier Kompol Yogi terbilang sangat cemerlang. Pria kelahiran Jembrana, Bali ini pernah menjabat berbagai posisi strategis di Polda NTB.
Ia pernah menjadi Kasatreskrim Polres Lombok Timur, lalu menjabat Kasatnarkoba Polres Mataram selama dua tahun, di mana ia sukses mengungkap banyak kasus hingga diganjar penghargaan oleh Kapolda NTB saat itu, Irjen Pol M Iqbal.
Prestasinya berlanjut saat dirotasi menjadi Kasatreskrim Polresta Mataram. Di sini, ia berhasil mengungkap kasus besar seperti dugaan korupsi pengadaan masker Covid-19 Pemprov NTB. Jabatan terakhirnya sebelum kasus ini meledak adalah Kasubbid Paminal Propam Polda NTB.
Namun, semua catatan emas itu seolah terhapus pada malam 16 April 2025.
Pesta Liar Berujung Maut
Malam itu, Kompol Yogi bersama rekannya, Ipda Haris Chandra, menggelar pesta di sebuah vila di Gili Trawangan. Mereka membawa dua orang wanita sewaan, Misri dan Melanie Putri.
Brigadir Nurhadi, yang seharusnya hanya bertugas sebagai sopir, ikut dalam lingkaran pesta yang juga diwarnai narkoba jenis ekstasi dan Riklona.
Baca Juga: Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Harta Kekayaan Kompol Yogi Tembus Rp1,1 Miliar
Petaka dimulai saat Brigadir Nurhadi mencoba merayu Melanie, wanita yang dibawa oleh Ipda Haris.
"Ada peristiwa almarhum mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Diduga merayu dan itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP," ujar Dirreskrimum Polda NTB Kombes Syarif Hidayat.
Tindakan itu memicu amarah dua atasannya. Brigadir Nurhadi akhirnya ditemukan tewas di kolam renang sedalam 1,2 meter, padahal tinggi badannya mencapai 1,6 meter. Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan.
Kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi sang istri yang baru saja melahirkan anak kedua mereka, serta seorang anak pertama yang baru berusia 5 tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Jadi Tersangka Utama Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Harta Kekayaan Kompol Yogi Tembus Rp1,1 Miliar
-
Berapa Gaji Kompol I Made Yogi? Booking Misri Puspita Sari Rp10 Juta Semalam
-
Misteri Kasus Diplomat Menlu Tuai Segudang Tanda Tanya, Kasus Sambo Jilid 2 Timpa Brigadir Nurhadi?
-
Siapa Melanie Putri? Wanita yang Dicium Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas, Kini Jadi Saksi Kunci
-
Malam Liar di Gili Trawangan, Pesta Riklona dan Inex Sebelum Brigadir Nurhadi Tewas Dicekik
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung