Tapi lepas daripada itu, dia menambahkan bahwa bisa dikatakan bahwa Jakarta Fair tahun ini berjalan dengan baik. Kelihatannya masyarakat yang datang juga happy.
Dibuka sejak 19 Juni hingga 13 Juli, total pengunjung yang hadir tercatat sekitar 5,9 juta orang. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding Jakarta Fair 2024 yang mampu menarik 6,3 juta pengunjung.
Ralph menyebut, penurunan tersebut bukan karena minat masyarakat menurun, melainkan karena durasi acara yang memang lebih singkat 7 hari dibandingkan tahun lalu.
Meski jumlah pengunjung menurun, Ralph tetap mengapresiasi perputaran uang yang terjadi selama acara berlangsung.
Jakarta Fair 2025 berhasil mencatat nilai transaksi sebesar Rp 7,3 triliun, hanya terpaut sekitar Rp 200 miliar dari tahun lalu yang menyentuh angka Rp 7,5 triliun.
Tak hanya menjadi ajang belanja dan hiburan, Jakarta Fair juga turut memberikan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja.
Ralph menyebut, tahun ini sebanyak 2.550 perusahaan ikut serta dalam pameran, dengan total 1.550 stan yang meramaikan area JIExpo.
Berita Terkait
-
Sambut HUT DKI Jakarta, Jakarta Fair 2025 Gelar Malam Muda Mudi
-
Tak Terduga, Lia Ladysta Jualan Seblak Ceker di Jakarta Fair 2025
-
Cak Imin: Jakarta Fair 2025 Bangkitkan Gairah Ekonomi
-
HUT ke-498 Jakarta: Deretan Masalah yang Harus Dievaluasi Pramono Anung dan Rano Karno
-
Resmi Dibuka, Pramono Pede Jakarta Fair 2025 Raup Cuan di Atas Rp7,5 Triliun
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?
-
3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka
-
Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa