Suara.com - Sebuah nama yang pernah bersinar di ajang kontes duta muslimah, Misri Puspita Sari alias Misri, mendadak menjadi sorotan tajam publik bukan karena prestasi, melainkan karena keterlibatannya dalam salah satu kasus kriminal menggemparkan: dugaan pembunuhan yang merenggut nyawa anggota Bidang Propam Polda NTB, Brigadir Nurhadi.
Kasus ini menguak sisi gelap di balik seragam aparat dan menyeret figur yang tak terduga ke dalam lingkaran narkoba dan kekerasan.
Peristiwa tragis ini berawal dari sebuah pesta narkoba di salah satu lokasi yakni di Villa Tekek, Gili Trawangan, Lombok Utara, 16 April 2025.
Dalam penyelidikan kasus, terungkap bahwa Brigadir Nurhadi tewas diduga setelah dianiaya oleh rekan-rekannya sesama polisi.
Namun, yang membuat kasus ini semakin pelik adalah kehadiran dan peran Misri.
Wanita yang pernah menjadi finalis ajang pencarian bakat muslimah ini diduga menjadi jembatan transaksi barang haram yang memicu malam nahas tersebut.
Berdasarkan beberapa fakta yang ditemukan, peran Misri tidak bisa dianggap sepele. Ia disebut sebagai pihak yang membantu menyediakan pil ekstasi untuk dikonsumsi bersama para anggota polisi di lokasi kejadian.
Keterangan saksi dan tersangka lain menyebutkan, Misri dihubungi untuk memesan 20 butir pil ekstasi.
Obat terlarang inilah yang diduga kuat membuat para pelaku berada di bawah pengaruh narkoba hingga hilang kendali dan melakukan penganiayaan fatal terhadap Brigadir Nurhadi.
Baca Juga: Desak Transparansi Penuh soal Kematian Brigadir Nurhadi, DPR: Jangan Sisakan Ruang Abu-abu
Keterlibatan Misri menjadi ironi yang menyakitkan. Sosok yang diharapkan menjadi inspirasi justru terjerumus dalam dunia kelam narkotika, yang pada akhirnya membuatnya menjadi bagian dari mata rantai peristiwa pembunuhan.
Dalam keterangan kuasa hukum Misri, Yan Mangandar Putra kliennya memang diminta untuk menyiapkan pil ekstasi itu. Tak hanya Misri, ada perempuan lain yakni Melanie yang merupakan pasangan Ipda Haris.
"Pukul 19.00 WITA, mereka berlima berendam di kolam dalam keadaan mabuk. Nurhadi sempat menciumi Melanie di atas air," ungkap Yan, dikutip Senin (14/7/2025).
Kasus 'polisi bunuh polisi' ini menyingkap tabir kerapuhan di tubuh institusi penegak hukum. Brigadir Nurhadi, yang pada awalnya dilaporkan bunuh diri, ternyata adalah korban penganiayaan brutal.
Beberapa anggota polisi, termasuk seorang perwira, sudah ditahan dan dijadikan tersangka dalam kasus ini.
Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra serta Misri Puspita Sari sudah ditahan dan melakukan kekerasan secara bersama-sama yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, dipicu oleh kondisi 'teler' akibat pengaruh ekstasi yang difasilitasi oleh Misri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim