Suara.com - Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menjadi perbincangan hangat. Ini dikarenakan perilakunya yang melanggar aturan lalu lintas.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengendarai sepeda motor bonceng tiga tanpa memakai helm. Alhasil Nur Agis Aulia kena tilang polisi.
"Sudah kami tilang," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Serang Kota Kompol Tiwi Afrian di Kota Serang, Senin (14/7/2025) dikutip dari ANTARA.
Tindakan tersebut dikenakan setelah petugas mendatangi kantor Nur Agis di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang.
Agis saat itu mengantar dua anaknya sekolah mengendarai sepeda motor di mana dua anaknya itu tidak menggunakan helm.
Polisi menjeratnya dengan Pasal 291 dan Pasal 292 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
"(Dikenakan) pasal 291 (2) dan 292 Undang-undang tentang lalu lintas," ujar Tiwi.
Pasal 291 mengatur kewajiban menggunakan helm berstandar nasional bagi pengendara dan penumpang motor, dengan ancaman kurungan satu bulan atau denda maksimal Rp250.000.
Sementara Pasal 292 mengatur larangan membonceng lebih dari satu orang tanpa kereta samping, dengan ancaman hukuman serupa.
Baca Juga: Heboh Wakil Wali Kota Serang Kena Tilang, Bawa Motor Bonceng Tiga Tanpa Helm
Sanksi tilang tersebut dijatuhkan setelah beredar informasi bahwa Nur Agis mengantarkan kedua anaknya ke SDN 02 Kota Serang tanpa perlengkapan keselamatan.
Tindakan ini memicu perhatian publik karena dilakukan oleh pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan.
Agis tidak mengelak dan mengakui kesalahannya. Ia bahkan meminta agar aparat kepolisian tetap memberikan sanksi sebagai bentuk tanggung jawabnya atas pelanggaran yang dilakukan.
Menanggapi kejadian itu, Kompol Tiwi mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan berkendara, termasuk bagi anak-anak.
“Mari kita bersama-sama menciptakan jalan yang berkeselamatan di wilayah hukum Polresta Serang Kota untuk mengurangi fatalitas kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Nur Agis Aulia merupakan pria kelahiran Serang pada 21 April 1989. Setamat dari SMAN 1 Cipocok Jaya, Agis melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gajah Mada (UGM).
Di Kampus Biru itu, Agis mengambil jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).
Selama kuliah, Agis dikenal sebagai aktivis kampus. Agis menyelesaikan studinya di UGM dengan predikat cumlaude.
Menyandang gelar sarjana, Agis diterima bekerja di perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) yang berkantor di Jakarta.
Tinggal di ibukota negara membuat Agis tidak betah. Ia tak tahan terhadap kemacetan yang harus dihadapi setiap harinya. Alhasil Agis hanya bertahan 2 tahun di perusahaan BUMN tersebut.
Dia pun mengambil langkah berani. Agis memutuskan pulang kampung ke Serang dan memulai aktivitas baru sebagai peternak kambing.
Agis mendirikan Jawara Farm pada 2014 di Desa Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, yang merupakan tanah kelahirannya.
“Saat saya pulang kampung, saya prihatin melihat petani di daerah saya yang hidupnya tidak sejahtera, padahal memiliki potensi pertanian sangat baik. Keprihatinan saya tersebut yang menjadi alasan saya memilih mendirikan Jawara Farm,” ujar dia.
Sukses di dunia bisnis membuat Agis terjun ke dunia politik. tahun 2019 Nur Agis Aulia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Serang dari PKS.
Pada Pileg 2024 ini, ia juga masih terpilih sebagai anggota DPRD Kota Serang. Pada Pilkada 2024, PKS Kota Serang memajukan Agis sebagai calon wali kota Serang karena hasil survei internel PKS, elektabilitas Agis dinilai baik. Berpasangan dengan Budi Rustandi, Agis menang di Pilkada Kota Serang 2024.
Berita Terkait
-
Heboh Wakil Wali Kota Serang Kena Tilang, Bawa Motor Bonceng Tiga Tanpa Helm
-
Skandal Dugaan Seksual Guncang SMAN 4 Serang: Mantan Kepala Sekolah Akui Ada Kasus, Tapi Pilih Diam?
-
Telat Pimpin Apel Pagi, Wakil Wali Kota Serang Hukum Diri Sendiri, Push Up Depan Anak Buah
-
Gelandang Serang Bayern Munich Konfirmasi Status Darah Keturunan Indonesia, Siap untuk Ronde 4?
-
Eligible ke Ronde 4, Gelandang Serang Keturunan Non Belanda Rp4,35 Miliar Semakin Dekat Indonesia
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi