Suara.com - Kabar mengejutkan bahwa beras oplosan yang dikemas ulang sebagai produk premium telah beredar luas hingga ke minimarket ternama memicu amarah dari berbagai pihak. Anggota DPR RI meminta sindikatnya dibongkar habis, sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengancam akan menindak tegas BUMD yang terbukti bermain curang.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak Polri untuk tidak main-main dan segera membongkar sindikat beras oplosan yang dinilainya telah merugikan rakyat dan mengganggu program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.
"Langkah ini adalah sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat reformasi hukum," kata Abdullah di Jakarta, melansir Antara, Selasa (15/7/2025).
Menurutnya, jika tidak ditindak, kepercayaan rakyat terhadap negara akan luntur. Ia menuntut aparat membongkar tuntas modus operandi para mafia beras, mulai dari produsen hingga distributor.
"Beri sanksi seberat-beratnya untuk para pelaku, misalnya melalui UU KUHP, UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen. Timbulkan efek jera untuk para pelaku," kata dia.
Rano Karno Siapkan Tindakan Tegas
Di sisi lain, panasnya isu ini juga sampai ke Balai Kota DKI Jakarta. Wakil Gubernur Rano Karno angkat bicara terkait dugaan adanya BUMD DKI berinisial FS yang ikut mendistribusikan beras subsidi oplosan. Tanpa tedeng aling-aling, Rano Karno memastikan tidak akan ada yang dilindungi.
“Kalau memang salah, tindak. Nggak ada urusan,” kata Rano di Kawasan Kemayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).
Meski mengaku telah menerima bantahan dari pihak FS, Rano menegaskan proses audit oleh Inspektorat DKI Jakarta akan tetap berjalan untuk mencari kebenaran.
Baca Juga: Diduga Curangi Konsumen, Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras yang Diduga Dioplos
“Saya sudah mendapat laporan dari FS bahwa itu tidak benar. Tapi, ini memerlukan waktu yang panjang untuk diskusi,” kata Rano.
“Pasti ada audit. Apalagi hal seperti ini, inspektorat turun," tambah dia.
Skandal ini pertama kali dibongkar oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang mengungkap bahwa beras oplosan beredar luas di pasaran, termasuk di supermarket.
“Iya, beredar. Supermarket beredar. Itu kami ambil sampel dari sana semua,” kata Amran beberapa waktu lalu.
Mentan Amran bahkan menyebut sudah menyerahkan 212 merek beras yang terbukti melanggar ke Polri dan Kejaksaan Agung.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Bareskrim Polri kini bergerak cepat. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) telah memeriksa sejumlah produsen beras. Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, membenarkan bahwa empat produsen, yakni WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG, tengah menjalani proses pemeriksaan.
Berita Terkait
-
Diduga Curangi Konsumen, Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras yang Diduga Dioplos
-
Polemik Dugaan Beras Oplosan Food Station Tjipinang Jaya, Rano Karno Bereaksi
-
Jangan Beli! Daftar 26 Merek Beras Oplosan: dari Alfamidi sampai Ramos Premium
-
Mentan Amran: Saya Sikat Habis Mafia Pangan! Pupuk Palsu, Minyak Goreng Oplosan, Beras Oplosan
-
Satgas Pangan Polri Periksa Lagi Produsen Beras Nakal, Pemerintah Jamin Stok Aman
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL