Dokter Tifa juga balik menyindir Jokowi yang justru disebut lebih dulu menyelesaikan agenda besar politik yang dijalaninya saat menjadi presiden selama dua periode.
Agenda besar yang dimaksud Dokter Tifa adalah proyek IKN, reklamasi, dugaan korupsi tol MBZ, Esemka, utang triliunan, dan sebagainya.
Dokter Tifa Kantongi Tiga Bundel Bukti untuk Ungkap Kasus Dugaan Ijazah Palsu
Melalui Konferensi pers bersama tim kuasa hukumnya, dokter Tifa mengklaim sudah mengantongi tiga bundel dokumen Ijazah asli, transkrip asli UGM, yang diterimanya dalam kurun waktu 9-12 Juli 2025.
Bukti tersebut didapatkan Dokter Tifa dari para alumni UGM yang turut mengawal jalannya kasus tersebut.
Selain itu, ada juga bukti tambahan sebanyak lima bundel dokumen mahasiswa UGM yang diterima oleh Roy Suryo.
Dokter Tifa mengatakan bahwa Ijazah, transkrip, dan beberapa dokumen yang telah diterimanya itu sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan yang dipresentasikan oleh Bareskrim pada 22 Mei 2025 lalu.
Berdasarkan keterangan politikus PDIP, Beathor Suryadi, ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka tahun 2012, maka tidak heran jika penampakannya sangat jauh berbeda.
Beathor juga disebut sudah menemukan siapa pelaku pembuat Ijazah palsu tersebut.
Baca Juga: Roy Suryo Ungkap Kekecewaan: Merasa Bawa Jokowi ke Nasional, Kini Sesalkan Janji Mobil SMK
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Skandal Bansos Presiden Era Jokowi Kembali Mencuat! KPK Periksa 3 Direktur Perusahaan Swasta
-
Geger Rocky Gerung Sebut Jokowi Idap Psikosomatik, Apa Sebenarnya Arti Penyakit Ini?
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kantongi Barang Bukti Baru, Siap Buktikan Ijazah Jokowi Palsu?
-
Bukan Cuma Ijazah, Ini 5 'Borok' Jokowi yang Coba Ditutupi Menurut Said Didu
-
Soal Surat Pemakzulan Gibran: Puan Klaim Masih Diproses, Purnawirawan TNI Kasih Waktu 1 Bulan
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon