Suara.com - Hakim sidang lanjutan kasus korupsi mantan Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa menyoroti gaya hidup mewah saksi Nadya, Selasa (15/7/2025).
Saksi yang merupakan anak terdakwa Novin Karmila beberapa kali mendapat sentilan Hakim Delta Tamtama di sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru.
Di hadapan para hakim, terungkap fakta mencengangkan mengenai gaya hidup Nadya yang jauh dari kesederhanaan.
Nadya yang berkuliah di Jakarta ini menggunakan mobil mewah sejak usia 17 tahun. Hakim pun terlihat geram dan mempertanyakan asal-usul dana untuk mobil-mobil mahal tersebut.
"Kamu yakin orangtua kamu bisa belikan BMW? Sudah punya Civic Turbo, dijual karena kependekan. Enak sekali hidup kamu," tanya Hakim Delta, sementara Nadya hanya tertunduk.
Nadya diketahui menggunakan mobil mewah BMW X1 seharga Rp830 juta sebagai kendaraan harian, setelah sebelumnya memiliki Honda Civic Turbo saat masih duduk di bangku SMA.
Hakim juga menyoroti gaya hedonis Nadya yang tak sebanding dengan penghasilan sang ibu.
"Ibumu tak punya warisan, tak punya penghasilan lain. Tapi kamu minta dibelikan BMW? Hebat kamu ya," ujar hakim lagi, mempertanyakan logika di balik kepemilikan barang-barang mahal itu.
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lalu membeberkan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan aliran dana korupsi kepada Nadya.
Baca Juga: Eks Stafsus Bungkam Usai Diperiksa KPK: Kasus Pemerasan TKA Seret 3 Mantan Menteri?
Salah satunya adalah temuan rekening bank atas nama Nadya yang digunakan untuk menampung dan mengelola uang ratusan juta rupiah, bahkan ketika ia dan ibunya berada di lokasi berbeda.
"Hebat kamu ya. Mama kamu di mana, kamu di mana, tapi kamu ngurus uang ratusan juta. Hati-hati kamu ya, karena gaya hidup kamu, mama kamu bisa terjerumus," tutur Hakim Delta.
Jaksa juga memutar bukti visual berupa koleksi barang mewah yang disita dari rumah Novin Karmila.
Di antaranya terdapat sepatu Louis Vuitton Runaway, LV Gloria, sneakers Gucci, ikat pinggang branded, hingga perhiasan dari merek Madonna dan Solomon yang bernilai lebih dari Rp20 juta per item.
Bukti pesan singkat juga menunjukkan bahwa Nadya kerap mengirim foto tas, sepatu, dan perhiasan mahal kepada sang ibu, termasuk dari merek Louis Vuitton, Prada, Dior, dan Gucci.
Kasus ini semakin menguatkan indikasi bahwa gaya hidup glamor keluarga Novin Karmila dibiayai dari uang negara yang diselewengkan.
Tag
Berita Terkait
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
-
Epson Lifestudio Jawab Tren Hiburan Fleksibel di Era Mobilitas Tinggi
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok