Bahkan, terkait pencalonan Gibran, Rocky menyebut: "Jokowi tidak melanggar UUD, tetapi melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak."
3. Demokrasi Indonesia: Terjebak Kultur Feodal dan Populisme Semu
Mengapa kepemimpinan Jokowi begitu populer meski minim gagasan ideologis? Rocky Gerung mengurainya dengan menyebut demokrasi Indonesia masih terjebak dalam kultur feodal. Institusi demokrasi hanya sebatas cangkang, sementara nilainya belum meresap.
Populisme Jokowi, menurutnya, tidak dibangun di atas program konkret, melainkan pencitraan dan penampilan publik yang diamplifikasi secara masif oleh media. Media dinilai punya andil besar dalam melambungkan narasi yang tak berakar pada ideologi yang kuat.
4. Paradigma Baru Ancaman Demokrasi: Sipil vs Militer
Rocky membalikkan logika umum tentang ancaman demokrasi. Jika dulu militerisme dianggap momok, kini ancaman itu datang dari arah berbeda.
"Momok demokrasi saat ini bukan lagi militer, melainkan orang-orang sipil yang terpilih secara demokratis namun justru merusak demokrasi itu sendiri," tegasnya.
Baginya, yang terpenting bukan latar belakang pemimpin (sipil atau militer), tetapi "civilian value (nilai-nilai sipil)" yang dianut. Seorang militer pun bisa demokratis jika mau berdebat dan bertukar pikiran.
5. Dilema Besar Prabowo: Antara Loyalitas dan 'Amputasi' Warisan Jokowi
Baca Juga: Duh! Rocky Gerung Sentil Keras Jokowi-Gibran, Tapi Puji Megawati dan Beri Harapan ke Prabowo
Posisi Presiden Prabowo Subianto kini berada di persimpangan jalan yang pelik. Di satu sisi, sebagai sosok militer dan aristokrat, Prabowo menjunjung tinggi etika dan menghormati Jokowi sebagai pendahulunya.
Di sisi lain, publik menuntut adanya koreksi atas kebijakan era Jokowi.
Di sinilah Rocky melontarkan istilah tajam: Prabowo mungkin secara perlahan akan "mengamputasi" proyek-proyek warisan Jokowi. Ini menjadi sinyal kuat kemungkinan adanya pergeseran prioritas di pemerintahan baru.
Saat ini, Rocky mengaku menahan diri mengkritik Prabowo karena "belum ada kebijakan yang dianggap 'menghina rakyat'," dan melihat Prabowo sedang merumuskan ideologi pembangunan yang lebih berkeadilan sosial.
6. Pertaruhan Tertinggi: Jika Gibran Dimakzulkan, Itu Hukuman untuk Jokowi
Poin ini menjadi puncak diskusi yang paling eksplosif. Pertanggungjawaban masa lalu dianggap krusial. Menurut Rocky, publik kini menantikan sebuah pengadilan atas berbagai dugaan penyimpangan di era Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026