Suara.com - Sebanyak 12.982.653 Nomor Induk Berusaha (NIB) diterbitkan Kementerian Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sepanjang Agustus 2021 hingga Juni 2025.
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Riyatno mengungkap penerbitan NIB didominasi usaha mikro.
"Ini berjumlah 12.982.653. Dari jumlah sebesar itu, 96,83 pesen merupakan usaha mikro," kata Riyatno saat konferensi pers di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
NIB sendiri diterbitkan lewat sistem Online Single Submission (OSS). Sistem tersebut merupakan upaya reformasi perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik, untuk mempermudah pelaku usaha dalam mengurus berbagai perizinan.
Dengan memiliki NIB para pelaku usaha dikuatkan secara kelembagaan karena mendapatkan kepastian hukum, akses terhadap modal, pasar hingga pelatihan dan pendampingan.
Riyatno menyebut dominasi usaha mikro menunjukkan kemudahan dalam pengurusan NIB bagi pelaku usaha. Disebutnya dalam pengurusannya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.
Lebih jauh dia merinci, selain usaha mikro yang mencapai 12.571.293 atau setara 96,83 persen, terdapat pula jenis usaha lainnya, seperti usaha kecil sebanyak 295.108 NIB atau sekitar 2,27 persen, dan usaha menengah 35.251 atau sekitar 0,27 persen.
"Jadi kami sampaikan bahwa usaha mikro sangat luar biasa dalam penerbitan perizinan berusaha ini dan penerbitan NIB itu sangat besar," ujarnya.
Baca Juga: Trump Deal Bikin Geger, Nasib Pabrik Apple Rp 16 Triliun di Batam Gimana?
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gaji Guru Dinilai Tak Layak, Komisi X DPR Dorong Upah Minimal Rp 5 Juta
-
Ikut Jokowi ke Arab, Keterangan Dito Ariotedjo Disebut Kuatkan Bukti Soal Pembagian Kuota Haji
-
Melodi My Way di Bawah Rintik Hujan Batu Tulis Warnai Perayaan Sederhana HUT ke-79 Megawati
-
Geledah Rumah Bupati Pati Sudewo Dkk, KPK Amankan Dokumen Hingga Uang Ratusan Juta Rupiah
-
Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi
-
KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan
-
Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'
-
Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik
-
Bareskrim Bongkar Borok Dana Syariah Indonesia: Proyek Fiktif Jerat 15.000 Investor
-
Pengamat Soal Kasus Nadiem: Narasi Sakit dan Laporan Balik Bisa Jadi Strategi Corruptor Fights Back