Laporan Gabbard menuduh bahwa penilaian tersebut "menekan" penilaian sebelumnya sebelum pemilihan, yang menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki niat atau sarana untuk berhasil meretas pemilihan.
Dossier Steele, yang berisi detail sensasional tentang "kompromat" yang diduga dimiliki intelijen Rusia terhadap Trump, menjadi bagian dari dasar penyelidikan panjang yang dilakukan oleh Robert Mueller, yang diangkat sebagai jaksa khusus dalam kasus Rusia. Laporan Mueller kemudian menyimpulkan bahwa Rusia memang ikut campur "secara luas dan sistematis" dalam kampanye pemilihan, tetapi "tidak menemukan bahwa anggota tim kampanye Trump bersekongkol atau berkoordinasi" dengan aktivitas pemerintah Rusia.
Pencalonan Gabbard sebagai direktur intelijen nasional merupakan salah satu penunjukan Trump yang paling kontroversial. Hal itu menuai kritik karena kurangnya pengalaman intelijennya, bahkan belum pernah bertugas di komite kongres tentang subjek tersebut, serta rekam jejak komentar-komentar yang mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin dan mengulang poin-poin pembicaraan Kremlin mengenai perang dengan Ukraina.
Berita Terkait
-
Kesepakatan Dagang RIAS Diuji: Diplomasi atau Dominasi Ekonomi?
-
Wamenlu Yakini Produk AS Tak Akan Saingi Produk Lokal
-
Masih Ada Dua Minggu, Airlangga Disebut Upayakan Nego Kembali dengan AS
-
Dituding Tak Setara, Wamenlu Beberkan Hitungan di Balik Perjanjian Dagang dengan Amerika
-
Selain Minyak Mentah-LPG, Pemerintah Masukkan BBM Dalam Daftar Impor Energi dari AS
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam