Ginting bahkan memperingatkan adanya potensi sabotase dari dalam. "Presiden Prabowo harus membuka mata terhadap operasi garis dalam yang dilakukan Jokowi yang sudah masuk ke lingkaran istana," katanya.
Ini adalah sinyal bahaya bahwa pengaruh dan kendali dari pemerintahan lama masih bercokol kuat, siap menghalangi setiap langkah Prabowo yang dianggap tidak sejalan.
Kegagalan Prabowo untuk melepaskan diri dari bayang-bayang ini akan berakibat fatal. Agenda pemerintahannya terancam lumpuh, karena satu isu ini telah menyedot seluruh perhatian publik.
"Isu ijazah palsu menutupi agenda-agenda pemerintahan Prabowo lainnya," jelas Ginting.
Dampaknya sudah terasa di akar rumput. Menurut Ginting, masyarakat "tidak lagi peduli dengan agenda pemerintahan dan masalah lain seperti banjir karena fokus pada isu ijazah". Kini, bola panas ada di tangan Prabowo. Sikapnya dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi jawaban, apakah Indonesia akan melangkah menuju babak baru demokrasi atau terperosok lebih dalam ke jurang krisis sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun