Suara.com - Di tengah pusaran konflik yang melibatkan kekasihnya, Erika Carlina, dan sosok Panda, DJ Bravy akhirnya memecah keheningan dengan sebuah sikap yang mengejutkan.
Ia menganggap ganjaran sosial yang diterima Panda sudah menjadi hukuman yang teramat berat.
Menurut DJ Bravy, badai sanksi sosial yang menerpa Panda pasca terkuaknya kasus ini adalah sebuah pelajaran yang setimpal, membuatnya enggan menambah beban lawannya itu.
"Gue yang pasti, kayaknya udah cukup lah sama Panda. Nggak mau terlampau jauh, karena sanksi sosialnya sudah berat banget buat dia," ujar Bravy dengan suara tegas di kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis (24/7/2025).
Meskipun menyimpan luka lama akibat fitnah dan ancaman dari Panda, Bravy menunjukkan kedewasaan dengan pintu maaf yang terbuka.
"Sudah, sudah, tadi juga udah ke podcastnya Ko Densu. Gue sudah memaafkan dia," papar DJ Bravy.
Namun, jangan salah. Maaf pribadi Bravy bukanlah titik akhir dari drama ini.
Ia menarik garis tegas bahwa pengampunannya tidak akan mengintervensi pedang hukum yang telah dihunus oleh Erika Carlina.
"Tapi kalau proses hukum, gue nggak tau apakah berlanjut karena itu urusan Erika," sambungnya, menyerahkan takdir kasus ini sepenuhnya pada sang kekasih.
Baca Juga: Ayah Biologis Anak Erika Carlina Ternyata Musuh DJ Bravy, Balas Dendam Elegan?
Ia menegaskan pentingnya menghormati keputusan kedua belah pihak dalam ranah hukum, yang ia sebut sebagai urusan privat mereka.
"Tapi balik lagi, antara dia dan Erika menurut gue, proses hukumnya kita hargai berdua," tegasnya.
Bravy pun mengonfirmasi bahwa langkah hukum memang sudah diambil Erika sejak pertama kali ia berani bersuara.
"Sudah, dari pertama dia speak up, sudah lapor polisi," ungkapnya.
Namun, ia memilih bungkam soal detail pasal yang menjerat, sadar akan batasannya dalam prahara ini.
"Kurang tahu pasalnya apa, karena gue pribadi nggak mau ikut campur. Itu urusan mba Er dan Panda," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!