Suara.com - Aksi komplotan spesialis pembobol minimarket di Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya berakhir di tangan polisi. Empat orang pelaku diringkus setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Salah satu dari mereka ternyata merupakan residivis kambuhan untuk kasus serupa.
Keempat tersangka yang berhasil diamankan adalah R, GB alias G, T alias P, dan AK alias A.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, menjelaskan bahwa komplotan ini memiliki modus operandi yang terbilang nekat dan terencana.
"Dalam aksinya, komplotan ini mengincar minimarket yang sudah tutup," kata Twedi kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).
Setelah memastikan target sepi, para pelaku tidak masuk dari depan. Mereka memanjat ke lantai dua bangunan, lalu masuk melalui jendela. Setelah berada di dalam, mereka mencongkel pintu menggunakan linggis serta obeng yang sudah disiapkan untuk bisa mengakses area penjualan.
Aksi mereka baru terbongkar keesokan harinya saat karyawan toko hendak memulai aktivitas.
“Saat karyawan datang ke toko, ia melihat tempat penyimpanan rokok, kosmetik, dan minuman sudah dalam keadaan kosong,” ujar Twedi.
Menurut pengakuan para tersangka, barang-barang hasil curian seperti rokok dan kosmetik langsung mereka bawa ke wilayah Jakarta Utara untuk dijual dengan cepat.
Dari sekali beraksi, mereka bisa mengumpulkan uang hingga Rp 12 juta. Uang hasil kejahatan itu kemudian mereka bagi rata. Twedi menambahkan, sepanjang tahun 2025 ini, komplotan tersebut tercatat sudah dua kali beraksi.
Baca Juga: Oli Bekas Disulap Jadi Baru! Sindikat Jakarta Barat Raup Ratusan Juta Rupiah
Kini, keempatnya harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 363 Ayat (2) KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
BEM KSI: Dasco Selesaikan Masalah Dana Umat Katolik Secara Bijak, Isunya Jadi Tak Melebar
-
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online
-
Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial