Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memberikan penjelasan resmi terkait kebiasaan Ketua Majelis Hakim Rios Rahmanto yang selalu mengenakan masker selama memimpin persidangan, termasuk dalam sidang vonis Hasto Kristiyanto yang menyita perhatian nasional.
Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Andi Saputra, memastikan bahwa kebiasaan tersebut tidak terkait secara spesifik dengan kasus Hasto, melainkan merupakan kebiasaan pribadi Hakim Rios yang sudah berlangsung lama karena alasan kesehatan.
“Awalnya disaat Covid, sebab Pak Rios pernah 2 kali kena Covid. Lalu menjadi kebiasaan sehari-hari karena merasa lebih bersih menghirup udara dengan memakai masker,” jelas Andi kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).
Andi menambahkan, kondisi polusi udara di ibu kota turut memperkuat keputusan Hakim Rios untuk terus menggunakan masker demi kenyamanan dan kesehatan.
“Apalagi polusi Jakarta lumayan mengganggu sehingga beliau lebih merasa nyaman pakai masker,” tambah dia.
Penjelasan ini mengonfirmasi pengamatan di ruang sidang, di mana Hakim Rios Rahmanto terpantau tetap mengenakan masker saat mengetuk palu dan membacakan putusan krusial untuk Hasto.
Konteks Vonis Hasto Kristiyanto
Dalam sidang yang dipimpin Hakim Rios tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3,5 tahun.
Hasto dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI untuk meloloskan Harun Masiku.
Baca Juga: Kewenangan dan Motif Kuat, Hakim Bongkar Peran Hasto yang Tak Terbantahkan dalam Skandal Suap PAW
"Menjatuhi terdakwa pidana penjara 3 tahun dan 6 bulan," ujar Hakim Rios saat membacakan amar putusan.
Selain pidana penjara, Hasto juga dihukum membayar denda Rp 250 juta, subsider 3 bulan kurungan.
Namun, majelis hakim menyatakan Hasto tidak terbukti bersalah dalam dakwaan perintangan penyidikan, sehingga vonisnya jauh lebih ringan dari tuntutan 7 tahun penjara yang diajukan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim