Suara.com - Sebuah fenomena telah membelah linimasa dan memicu gelombang perdebatan sengit.
Di menjelang semarak perayaan kemerdekaan, di samping Sang Saka Merah Putih yang agung, sebuah bendera hitam dengan tengkorak bertopi jerami ikut berkibar.
Bagi sebagian orang, ini adalah tindakan yang tak pantas. Namun bagi jutaan Nakama di seluruh negeri, ini adalah sebuah pernyataan sikap.
Mengapa sebuah simbol dari anime bisa bersanding dengan bendera negara? Jawabannya jauh lebih dalam dari sekadar tren.
Ini bukan soal menandingi, tapi soal nilai-nilai yang ternyata berjalan beriringan.
Bagi mereka yang bertanya-tanya, dan bagi para Nakama yang ingin suaranya terwakili, berikut adalah 7 alasan mengapa bendera Topi Jerami sangat layak berkibar di momen Agustusan.
1. Semangat Anti-Penindasan yang Sama
Inti dari perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah perlawanan terhadap kolonialisme—sebuah sistem penindasan yang merampas kebebasan.
Inti dari petualangan Monkey D. Luffy adalah perlawanan terhadap Pemerintah Dunia dan kaum Tenryuubito, sebuah elite tiran yang menganggap rakyat biasa tak lebih dari budak. Semangatnya sama: menolak untuk ditindas dan berjuang demi kebebasan.
Baca Juga: Ancaman 'Tenryuubito' Itu Nyata? Pesan Rahasia di Balik Bendera One Piece yang Viral
Mengibarkan bendera ini adalah cara untuk mengatakan, "Kami masih memegang semangat anti-penindasan yang sama dengan para pahlawan."
2. Simbol Perjuangan Meraih Mimpi
Cita-cita Luffy adalah menjadi Raja Bajak Laut dan menemukan One Piece. Ini bukan soal kekayaan, tapi soal meraih puncak kebebasan dan membuktikan bahwa mimpi sebesar apa pun bisa dicapai.
Tidakkah ini sama dengan "mimpi Indonesia"? Setiap warga negara berhak meraih "kemerdekaan"-nya sendiri yakni merdeka dari kemiskinan, merdeka untuk mengenyam pendidikan, merdeka untuk mengejar cita-cita.
Bendera ini adalah pengingat bahwa perjuangan meraih mimpi adalah bentuk perayaan kemerdekaan yang paling personal.
3. Representasi "Bhinneka Tunggal Ika" Modern
Berita Terkait
-
Ancaman 'Tenryuubito' Itu Nyata? Pesan Rahasia di Balik Bendera One Piece yang Viral
-
Kode Keras di Balik Bendera One Piece yang Viral: Simbol Protes Jelang Agustusan?
-
5 Fakta Viral Bendera One Piece Berkibar Jelang HUT RI ke-80, Benarkah Simbol Perlawanan?
-
Viral Bendera 'One Piece' Jelang HUT RI, Legislator Golkar Khawatir Makar: Harus Ditindak Tegas!
-
Legislator DPR Kecam Pengibaran Bendera One Piece: Bisa Jadi Makar
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka
-
Kemenkes Kerahkan 513 Nakes ke Wilayah Paling Terisolir di Aceh
-
KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji
-
Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'
-
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Komunikasi Ridwan Kamil dan Aliran Dana Miliaran
-
Gus Yahya Buka Suara: Tambang Jadi Biang Kerok Kisruh di Tubuh PBNU?
-
KPK Sita Dokumen Proyek Hingga Barang Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
-
KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
PBNU Rayakan Harlah Satu Abad di Istora Senayan Besok, Prabowo Dijadwalkan Hadir
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?